happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

depo 10k Depo 10k
berita

Netanyahu Mencari Dukungan Pemilu di PBB, Respons Hangat dari Trump Tidak Terlihat

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, baru-baru ini muncul dalam Sidang Umum PBB dengan tujuan untuk meraih dukungan menjelang pemilu yang akan datang di Israel. Kehadirannya itu dimanfaatkan untuk memperkuat posisinya di tengah persaingan politik yang semakin ketat.

Namun, laporan dari media Israel menunjukkan bahwa Netanyahu menghadapi kesulitan dalam mengatur pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, selama kunjungannya ke New York. Hal ini menjadi sebuah tantangan besar bagi Netanyahu di saat ia berusaha membangun dukungan internasional.

Menurut Lazar Berman, seorang reporter diplomatik dari The Times of Israel, upaya untuk menjadwalkan pertemuan dengan Trump tampaknya tidak membuahkan hasil. Menurutnya, presiden AS tersebut tampaknya enggan untuk bertemu dengan Netanyahu saat itu.

Berdasarkan informasi dari Anadolu Agency, Netanyahu sedang berusaha mencari dukungan untuk pemilu yang diadakan tahun ini. Situasi politiknya terbilang rumit, karena koalisinya masih belum mencapai 61 kursi yang diperlukan untuk membentuk pemerintahan yang stabil.

Dalam kesempatan tersebut, Trump bertemu dengan Wali Kota New York, Zohran Mamdani, namun hingga saat ini, ia belum memberikan dukungan publik terhadap Netanyahu dalam usahanya untuk kembali menjabat sebagai perdana menteri.

Setelah analisis tersebut diterbitkan, Trump membagikan artikel mengenai hasil survei yang dilakukan sekitar seminggu sebelumnya. Survei tersebut menunjukkan bahwa koalisi Netanyahu sedikit unggul dibandingkan dengan pesaingnya, meskipun belum mencapai mayoritas yang dibutuhkan. Namun, perlu dicatat bahwa Trump tidak secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap Netanyahu.

Menurut Berman, pertemuan dengan Trump bisa menjadi momen penting bagi Netanyahu untuk menghidupkan kembali argumen yang pernah ia gunakan dalam kampanye sebelumnya, yaitu bahwa hubungannya dengan pemimpin dunia adalah keunggulan dibandingkan lawan-lawannya, terutama Gadi Eisenkot.

Pertemuan tersebut juga dapat memberikan Netanyahu kesempatan untuk menyampaikan langsung kepada Trump mengenai kepentingan Israel terkait isu-isu yang menyangkut Iran, Lebanon, dan Gaza. Berman berpendapat bahwa kesempatan ini bisa membantu Netanyahu dalam memperkuat posisinya di hadapan pemilih.

Namun, di sisi lain, Netanyahu juga harus menghadapi berbagai tantangan di dalam negeri. Berman menyoroti rasa frustrasi di kalangan pemilih terkait kegagalannya dalam mencegah serangan yang terjadi pada 7 Oktober 2023, serta penolakannya untuk membentuk komisi penyelidikan negara terkait tragedi tersebut.

Kondisi koalisinya yang menolak mewajibkan kaum Haredi untuk menjalani wajib militer, bersama dengan meningkatnya ekstremisme di masyarakat, menjadi isu tambahan yang memperburuk situasi politik Netanyahu.

Meskipun Netanyahu dijadwalkan untuk berbicara di hadapan pemimpin dunia di PBB, Berman mencatat bahwa audiens utamanya sebenarnya adalah pemilih di Israel yang mengikuti pidatonya dari rumah. Ini menunjukkan bahwa fokus utama Netanyahu adalah memenangkan hati para pemilih di tengah tantangan yang ada.

➡️ Baca Juga: Salmafina Sunan: Menghadapi 1001 Masalah, Murtad Bukan Solusi yang Tepat

➡️ Baca Juga: 7 Game Offline Apple Arcade Hari Ini Gratis, Klaim Sebelum Turun Lagi!

Related Articles

Back to top button