Ruben Onsu Rayakan Ultah Tanpa Anak Kandung, Dituding Pencitraan dan Reaksi Mengejutkan Muncul!

Presenter Ruben Onsu kembali menjadi pusat perhatian publik setelah terjadinya konflik dengan mantan istrinya, Sarwendah. Perselisihan antara mereka bukan hanya berfokus pada pertemuan Ruben dengan anak-anak, tetapi juga telah meluas ke komentar warganet di media sosial yang mempertanyakan sikapnya.
Kekisruhan ini semakin mencuat setelah Ruben merayakan ulang tahunnya yang ke-43 pada tanggal 15 Agustus 2026. Dalam perayaan tersebut, Ruben terlihat merayakan momen istimewa bersama putra angkatnya, Betrand Peto, serta sejumlah anak dari panti asuhan setempat.
Namun, suasana bahagia tersebut tidak lepas dari komentar negatif yang dilontarkan oleh beberapa warganet. Ruben dituduh melakukan pencitraan, mengingat banyak yang berpendapat bahwa dia tidak meluangkan waktu untuk bertemu dengan anak kandungnya dan tidak memberikan dukungan finansial.
“Sungguh pencitraan, dia bahkan tidak memiliki waktu untuk menemui anak kandungnya, apalagi membiayainya,” tulis salah satu pengguna media sosial di kolom komentar Instagram Ruben, yang diambil pada Rabu, 19 Agustus 2026.
Menariknya, komentar tersebut ternyata juga sampai ke pengetahuan Ruben. Meskipun begitu, kabarnya sang presenter tidak memilih untuk mengambil tindakan hukum terkait tudingan yang dilontarkan kepadanya.
Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, menjelaskan bahwa kliennya lebih memilih untuk tidak terpengaruh oleh berbagai cacian yang ditujukan kepadanya. Menurut Minola, orang-orang yang sudah memiliki kebencian biasanya sulit menerima penjelasan yang diberikan.
“Tidak ada rencana untuk melaporkan. Ruben sudah paham bahwa orang yang sudah membenci kita akan terus membenci, apa pun yang kita katakan tidak akan diterima oleh akal sehat mereka,” ungkap Minola Sebayang kepada awak media pada Rabu, 19 Agustus 2026.
“Namun, bagi mereka yang memahami situasi kita, penjelasan tidak diperlukan, karena mereka sudah paham,” tambahnya.
Minola juga mengungkapkan bahwa ada kemungkinan beberapa individu memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan kebencian terhadap Ruben. Dia bahkan menyebutkan fenomena buzzer yang mungkin beroperasi dengan imbalan tertentu.
“Artinya, ada kemungkinan beberapa orang yang mengekspresikan kebenciannya itu memang dibayar untuk melakukannya. Seperti yang dikatakan Ruben, kita tidak bisa mencegah orang mencari nafkah,” tutupnya.
➡️ Baca Juga: Panduan Lengkap Iktikaf di Masjid yang Sering Dilakukan di Akhir Ramadan
➡️ Baca Juga: Aplikasi Terbaik untuk Mempermudah Aktivitas Belajar Generasi Digital Modern




