Ibunda Rachel Vennya Menanggapi Rencana Okin Jual Rumah Anaknya: Penuh Ketidakpahaman

Konflik yang melibatkan Rachel Vennya dan mantan suaminya, Niko Al Hakim, kini semakin memanas setelah sang ibunda, Vien Tasman, turut angkat bicara. Sorotan publik kini tak hanya tertuju kepada Rachel, tetapi juga pada respons keluarga yang merasa terdampak atas situasi tersebut.
Vien Tasman, melalui media sosial, membagikan percakapan pribadi dengan Rachel yang menunjukkan betapa terkejutnya ia mengetahui bahwa rumah yang sebelumnya diberikan sebagai solusi nafkah untuk anak-anak akan diambil kembali. Mari kita simak lebih lanjut tentang situasi yang berkembang ini.
“Apakah rumah di Kemang benar-benar akan diambil?” tanya Vien Tasman dalam unggahannya di Instagram @vienstasman pada Jumat, 3 April 2026.
“Iya, parah ya,” jawab Rachel dengan nada yang menunjukkan keheranannya.
Respons ini menunjukkan bahwa keputusan mengenai rumah tersebut tidak hanya mengejutkan Rachel, tetapi juga membuat keluarganya terkejut, mengingat semua pengorbanan yang telah dilakukan untuk mendapatkan tempat tinggal itu.
Lebih lanjut, Vien Tasman kembali mempertanyakan masa depan keluarga yang tinggal di rumah tersebut, terutama adik-adik Rachel yang masih menempatinya.
“Jadi, bagaimana? Apa kamu benar-benar membiarkan dia mengambilnya? Kan baru direnovasi dan kamu yang membayar cicilannya? Bagaimana dengan adik-adik nanti?” tanya sang ibu dengan nada khawatir.
“Iya, memang, Mi… Aku juga nggak paham,” balas Rachel dengan nada bingung.
Dalam pernyataannya yang lebih lanjut, Vien Tasman tampaknya melontarkan kritik keras terhadap mantan menantunya. Ia menyoroti perjuangan Rachel sebagai seorang ibu yang berusaha keras untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya.
“Kamu bekerja keras sendiri untuk menghidupi anak-anakmu, membiayai sekolah mereka, memastikan mereka hidup nyaman, dan memberikan pendidikan terbaik yang seharusnya bukanlah tanggung jawabmu… tapi tetap saja tidak dihargai dan tidak disyukuri,” tulisnya.
Sebelumnya, Rachel juga menjelaskan bahwa rumah itu sempat menjadi bagian dari kesepakatan tidak tertulis pasca perceraian. Namun, karena tidak adanya landasan hukum yang kuat, posisi Rachel menjadi cukup rentan ketika muncul keinginan untuk menjual properti tersebut.
Situasi semakin rumit ketika muncul rekaman CCTV yang menunjukkan adanya orang asing yang datang untuk mengukur rumah tanpa izin. Insiden ini menimbulkan ketidaknyamanan bagi penghuni rumah, termasuk anggota keluarga yang tidak mengetahui persoalan yang sebenarnya.
➡️ Baca Juga: Memahami Layer 2 Blockchain untuk Meningkatkan Kecepatan Transaksi Cryptocurrency
➡️ Baca Juga: Survei Mengungkap Kekecewaan Publik Israel Terhadap Kinerja Netanyahu Menghadapi Iran




