Menlu AS Tegaskan Selat Hormuz Akan Dibuka Dengan Berbagai Cara yang Tersedia

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, menyatakan keyakinannya bahwa Selat Hormuz akan kembali dibuka setelah konflik antara AS, Israel, dan Iran mereda. Ia menegaskan bahwa jalur pelayaran yang sangat penting ini akan tetap tersedia “dengan satu cara atau lainnya.”
Rubio menolak tuntutan dari Iran yang menginginkan pengakuan kedaulatan atas Selat Hormuz sebagai syarat dalam kesepakatan damai. Ia menyatakan bahwa perairan tersebut merupakan jalur internasional yang harus tetap terbuka untuk perdagangan global.
“Selat Hormuz akan terbuka setelah operasi ini selesai… dengan satu cara atau lainnya,” ungkap Rubio dalam kutipan yang diambil dari APA pada Selasa, 31 Maret 2026.
Ia menambahkan bahwa jalur air tersebut akan tetap tersedia karena Iran diharapkan mematuhi hukum internasional dan tidak akan menghalangi lalu lintas distribusi energi dunia. Rubio juga mengingatkan bahwa jika Iran tetap menutup selat itu setelah situasi mereda, akan ada konsekuensi nyata yang harus dihadapi.
Ketegangan di kawasan semakin meningkat setelah Iran secara efektif menutup akses di Selat Hormuz, yang merupakan salah satu jalur strategis utama untuk distribusi energi global. Upaya Amerika Serikat untuk membangun koalisi internasional guna mengamankan selat ini sempat menemui tantangan, karena beberapa sekutu merasa ragu dan khawatir terlibat lebih dalam dalam konflik tersebut.
Di sisi lain, Iran menolak proposal damai yang diajukan oleh Washington. Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengajukan tuntutan balasan yang mencakup pengakuan hak-hak Iran, pembayaran reparasi, dan jaminan internasional untuk mencegah agresi di masa mendatang.
Sementara itu, Presiden AS, Donald Trump, mengungkapkan sejumlah opsi keras, termasuk kemungkinan mengambil alih fasilitas ekspor minyak utama Iran yang terletak di Pulau Kharg. Ia bahkan mengancam akan merusak fasilitas desalinasi Iran jika kesepakatan tidak tercapai.
“Mungkin kami akan mengambil Pulau Kharg, mungkin tidak. Kami memiliki banyak pilihan,” ujarnya dalam sebuah wawancara dengan Financial Times.
Pemerintahan Trump dikabarkan memiliki berbagai tujuan dalam konflik ini, mulai dari melemahkan kekuatan militer Iran hingga mencegah pengembangan senjata nuklir di negara tersebut.
Rubio menegaskan bahwa konflik ini tidak akan berlangsung lama. Ia menyebutkan bahwa beberapa target militer utama Iran telah berhasil dilemahkan, termasuk penghancuran angkatan udara dan angkatan laut Iran serta pengurangan jumlah peluncur rudal yang dimiliki.
➡️ Baca Juga: Olahraga: Musik Global Peringatkan Risiko Global
➡️ Baca Juga: 10 Terbaik Musik Indie Tahun Ini




