IHSG Melonjak di Awal April, Sinyal Damai AS-Iran Membawa Optimisme ke Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami lonjakan signifikan di awal bulan April 2026. Pada sesi pertama perdagangan yang berlangsung pada Kamis, 1 April 2026, IHSG mencatat peningkatan sebesar 1,45 persen atau setara dengan 102,46 poin, sehingga mencapai level 7.150,69.
Menurut data yang diperoleh melalui Stockbit, IHSG langsung menunjukkan performa positif saat pasar dibuka dengan posisi awal di angka 7.149. Indeks bahkan sempat menyentuh titik tertinggi intraday di level 7.205.
Nilai transaksi yang tercatat pada hari itu mencapai Rp 8,65 triliun, dengan volume transaksi harian mencapai 173,70 juta. Pelaku pasar melakukan aktivitas perdagangan sebanyak 1,14 juta kali.
Seluruh sektor di bursa saham menunjukkan penguatan, dengan sektor siklikal memimpin lonjakan tersebut dengan kenaikan mencapai 3,72 persen. Sektor bahan baku juga mencatatkan kenaikan yang signifikan sebesar 3,35 persen, diikuti oleh sektor transportasi yang naik 2,80 persen, serta sektor industri yang meningkat 2,75 persen.
Sektor infrastruktur mengalami lonjakan 2,06 persen, sementara sektor properti naik 1,08 persen. Di sisi lain, sektor non-siklikal meningkat 1,01 persen, sektor energi naik 0,95 persen, sektor teknologi menguat 0,76 persen, dan sektor keuangan mengalami peningkatan sebesar 0,58 persen.
Tim Analis dari Phintraco Sekuritas menjelaskan bahwa penguatan IHSG terjadi di tengah membaiknya sentimen global, terutama setelah munculnya sinyal deeskalasi antara Amerika Serikat dan Iran. Hal ini memberikan angin segar bagi pasar setelah beberapa hari sebelumnya mengalami tekanan.
Dari analisis teknikal, Phintraco Sekuritas mencatat bahwa IHSG berhasil menguji dan menembus area resistance psikologis di level 7.100. Pergerakan ini didukung oleh indikator MACD yang menunjukkan penyempitan histogram negatif, disertai dengan Stochastic RSI yang menunjukkan tren kenaikan.
Dengan mempertimbangkan kombinasi antara sentimen fundamental dan konfirmasi teknikal ini, IHSG diperkirakan akan berpotensi bergerak dalam wilayah positif, dengan rentang pergerakan diperkirakan antara 7.100 hingga 7.200 pada sesi kedua perdagangan hari itu.
Phintraco Sekuritas juga melaporkan bahwa sejumlah emiten berhasil mencatatkan peningkatan yang signifikan. Berikut adalah tiga saham dengan performa terbaik dari jajaran 45 saham unggulan (LQ45).
PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) menjadi salah satu emiten yang menonjol, dengan sahamnya melonjak 7,83 persen atau 85 poin, sehingga mencapai level 1.170.
Saham Vale Indonesia Tbk (INCO) juga menunjukkan performa yang kuat, menguat 7,01 persen atau 375 poin, dan mencapai level 5.725.
Unilever Indonesia Tbk (UNVR) tidak kalah menarik, mencatatkan kenaikan sebesar 6,32 persen atau 115 poin, sehingga berada di posisi 1.935.
Dengan tren positif yang ditunjukkan oleh IHSG dan sejumlah emiten unggulan, para investor tetap optimis untuk melakukan transaksi di pasar saham, terutama di tengah situasi global yang semakin stabil.
➡️ Baca Juga: SIM Keliling Beroperasi di Beberapa Lokasi pada Rabu, 4 Maret 2026, Cek Sekarang!
➡️ Baca Juga: Update Terbaru: Capaian Atlet Adventure Triathlon Internasional dalam Meraih Medali dan Peringkat Dunia




