Donnarumma dan Kontroversi Adu Penalti di Playoff Piala Dunia 2026

Kiper Timnas Italia, Gianluigi Donnarumma, menghadapi kritik tajam setelah penampilannya dalam adu penalti yang berujung pada kekalahan Italia dari Bosnia dan Herzegovina di babak playoff Piala Dunia 2026.
Dalam pertandingan tersebut, Italia yang dipimpin oleh pelatih Gennaro Gattuso mengalami kekalahan telak 1-4 dalam adu penalti setelah bermain imbang selama waktu normal. Kekalahan ini menandai kegagalan ketiga berturut-turut bagi Italia untuk tampil di putaran final FIFA World Cup.
Ketika adu penalti berlangsung, dua penendang Italia, Pio Esposito dan Bryan Cristante, tidak berhasil mengeksekusi tendangan dengan baik. Bosnia kemudian meraih kemenangan setelah Esmir Bajraktarevic mencetak penalti penentu yang mengunci hasil akhir.
Namun, perhatian publik tidak hanya tertuju pada hasil pertandingan, melainkan juga pada tindakan Donnarumma terhadap kiper Bosnia, Nikola Vasilj.
Insiden memanas terjadi setelah salah satu penendang Italia gagal mencetak gol. Donnarumma terlihat mendekati area gawang Bosnia dan mengambil catatan milik Vasilj yang berisi informasi mengenai penendang penalti Italia dan arah tendangan favorit mereka. Diduga, ia merusak catatan tersebut.
Aksi tersebut memicu ketegangan antara Donnarumma dan Vasilj, sehingga wasit harus turun tangan untuk meredakan situasi. Untungnya bagi Donnarumma, ia tidak menerima kartu kuning kedua dan tetap bisa melanjutkan pertandingan.
Meskipun melakukan berbagai upaya untuk mengganggu lawan, Italia tetap gagal dalam adu penalti dan harus merelakan impian mereka untuk berpartisipasi di Piala Dunia 2026.
Setelah pertandingan, Gattuso terlihat sangat emosional dan menyampaikan permohonan maaf atas kegagalan timnya untuk lolos ke Piala Dunia.
“Para pemain ini tidak layak mendapatkan hasil seperti ini, mengingat kerja keras, dedikasi, dan semangat yang mereka tunjukkan. Saya tetap merasa bangga terhadap tim ini,” ujar Gattuso.
Ia juga mengakui bahwa kegagalan ini sangat menyakitkan, baik untuk sepak bola Italia maupun untuk dirinya secara pribadi.
“Saya ingin meminta maaf secara pribadi karena tidak mampu membawa Italia ke Piala Dunia, meskipun para pemain telah berjuang sekuat tenaga,” tambahnya.
➡️ Baca Juga: Presenter Jimmy Fallon Menyindir Donald Trump Terkait Iran, Meningkatkan Kekhawatiran Publik
➡️ Baca Juga: Tinjauan Ulang Izin Aplikasi Secara Berkala: Langkah Sederhana yang Sering Terlewat untuk Keamanan Data




