Presiden FIGC Gabriele Gravina Mundur Setelah Timnas Italia Gagal ke Piala Dunia Tiga Kali Berturut-turut

Sepak bola Italia kini menghadapi masa sulit yang signifikan. Gabriele Gravina secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari posisi Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) setelah Timnas Italia dipastikan gagal melaju ke putaran final Piala Dunia 2026.
Dalam sebuah pertemuan yang berlangsung di markas besar FIGC di Roma pada Kamis, Gravina mengumumkan keputusan penting ini di hadapan para perwakilan dari berbagai kompetisi, termasuk Ezio Maria Simonelli dari Serie A dan Paolo Bedin dari Serie B. Dalam momen tersebut, ia dengan tegas menyatakan pengunduran dirinya.
Gravina juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh badan federasi yang telah memberikan dukungan kepadanya, baik secara resmi maupun pribadi, selama masa jabatannya.
Meskipun langkah mundur ini telah diambil, Gravina menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan tanggung jawab administratif yang masih tersisa. Ia menyatakan akan hadir pada 8 April mendatang di hadapan Komite VII yang membidangi Kebudayaan, Sains, dan Pendidikan di Dewan Perwakilan Rakyat Italia.
Dalam pertemuan tersebut, Gravina dijadwalkan untuk menyampaikan laporan mendalam mengenai kondisi sepak bola Italia saat ini. Ia berjanji akan memberikan informasi selengkap mungkin tentang kekuatan dan kelemahan olahraga ini di Italia, serta mendiskusikan isu-isu penting yang muncul setelah konferensi pers seusai pertandingan tim nasional di Zenica pada 31 Maret lalu.
Keputusan ini merupakan dampak dari kegagalan tragis Gli Azzurri dalam babak kualifikasi. Timnas Italia dipastikan tidak akan tampil di Piala Dunia 2026 setelah tersingkir oleh Bosnia-Herzegovina melalui adu penalti dalam final play-off zona Eropa.
Kekalahan ini menambah daftar hitam sepak bola Italia. Dengan kegagalan untuk tampil di Piala Dunia 2026, ini menjadi yang ketiga kalinya berturut-turut Italia absen dari panggung tertinggi sepak bola dunia, setelah tidak berhasil lolos pada edisi 2018 di Rusia dan 2022 di Qatar.
Menanggapi kekosongan kursi kepemimpinan, FIGC telah bergerak cepat untuk mencari pengganti Gravina. Pemilihan presiden baru dijadwalkan akan berlangsung pada 22 Juni tahun ini. Publik sepak bola Italia kini berharap akan hadir sosok baru yang mampu mengembalikan kejayaan Timnas Italia dan membawa mereka kembali ke kompetisi dunia.
➡️ Baca Juga: Digitalisasi Pendidikan di Sekolah Terpencil: Meningkatkan Kualitas Belajar
➡️ Baca Juga: Strategi Mindfulness untuk Meningkatkan Kesehatan Mental di Tempat Kerja dan Mengatasi Tekanan Psikologis




