Meningkatnya Tren Olahraga di Indonesia dan Cedera yang Paling Sering Terjadi

Minat masyarakat Indonesia terhadap berbagai jenis olahraga mengalami peningkatan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Sejak berakhirnya pandemi, aktivitas fisik seperti lari, bersepeda, mini football, dan olahraga raket telah menjadi sangat populer. Bahkan, olahraga baru seperti padel mulai banyak diminati di berbagai kota di Indonesia.
Namun, seiring dengan meningkatnya aktivitas fisik ini, risiko cedera olahraga juga menjadi perhatian yang tidak boleh diabaikan. Dokter spesialis ortopedi cedera olahraga, Petrasama, mengungkapkan bahwa terdapat tiga jenis cedera yang paling umum dialami oleh masyarakat Indonesia.
“Tren cedera yang kami amati di Indonesia sangat berkaitan dengan kebiasaan berolahraga, terutama pada lutut. Banyak orang yang menikmati olahraga raket seperti bulu tangkis, tenis, dan padel. Selain itu, cedera pada bahu dan punggung juga meningkat, terutama seiring dengan meningkatnya popularitas golf,” jelas Petrasama saat acara peresmian klinik olahraga di RS Atma Jaya, Jakarta.
Menurutnya, sebagian besar cedera yang terjadi disebabkan oleh teknik yang kurang tepat dan penggunaan perlengkapan olahraga yang tidak sesuai. Hal-hal sederhana seperti pemilihan sepatu yang tepat dapat berpengaruh besar dalam mengurangi risiko cedera.
“Sepatu yang dirancang untuk lari tidak seharusnya digunakan untuk angkat beban. Pemilihan alat yang tepat juga sangat penting. Selain itu, teknik bermain juga harus benar. Saat ini, banyak pemain padel yang menerapkan teknik pukulan seperti pada bulu tangkis, yang justru dapat memicu cedera,” tambahnya.
Meningkatnya jumlah kasus cedera olahraga juga terlihat dari banyaknya pasien yang datang untuk mendapatkan konsultasi. Dokter spesialis kedokteran olahraga Rika Haryono menyatakan bahwa permintaan untuk penanganan cedera olahraga terus meningkat, terutama di kawasan Jakarta.
Ia menekankan bahwa cedera olahraga bukan hanya dialami oleh para atlet profesional, tetapi juga oleh masyarakat umum yang aktif berolahraga secara rutin.
“Olahraga tentunya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, namun di sisi lain juga berpotensi menimbulkan cedera. Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami tujuan latihan dan cara melakukannya dengan benar agar tidak mengalami cedera,” ungkap Rika.
Menanggapi tren tersebut, RS Atma Jaya telah membuka layanan klinik olahraga yang berfokus pada pencegahan, diagnosis, penanganan, hingga pemulihan cedera akibat aktivitas fisik.
Direktur rumah sakit, Maria Theresia Yulita, menjelaskan bahwa kehadiran layanan ini merupakan respons terhadap meningkatnya kebutuhan masyarakat akan penanganan cedera olahraga.
Dia juga menekankan bahwa semangat masyarakat untuk berolahraga patut dihargai, namun sering kali semangat ini tidak diimbangi dengan manajemen latihan yang tepat.
➡️ Baca Juga: Mirae Asset Memberikan Penjelasan Resmi Setelah Penggeledahan oleh OJK dan Bareskrim
➡️ Baca Juga: Mitos dan Fakta tentang Kesehatan Mental: Apa yang Perlu Anda Ketahui



