Iran Komitmen Mendukung Lebanon Saat Menghadapi Serangan Israel

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan komitmen Iran untuk selalu mendukung rakyat Lebanon. Pernyataan ini muncul setelah serangan udara yang dilakukan oleh Israel terhadap permukiman sipil, meskipun gencatan senjata telah diumumkan.
Sejak Rabu lalu, ketika Iran dan Amerika Serikat mengumumkan kesepakatan gencatan senjata selama 15 hari yang mencakup Lebanon, Israel dilaporkan terus melakukan serangan di berbagai wilayah Lebanon. Dalam serangan tersebut, setidaknya 254 orang kehilangan nyawa dan 1.165 lainnya mengalami luka-luka.
“Agresi terbaru yang dilakukan oleh rezim Zionis terhadap Lebanon jelas merupakan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang telah disepakati,” tulis Pezeshkian di akun X-nya pada hari Kamis, seperti yang dilaporkan oleh laman presstv.ir pada 9 April 2026.
Pemerintah Pakistan mengonfirmasi bahwa Lebanon termasuk dalam perjanjian gencatan senjata yang mereka fasilitasi. Namun, Israel dan Amerika Serikat memiliki pandangan yang berbeda, di mana Israel menegaskan akan melanjutkan serangannya terhadap Lebanon.
“Tindakan semacam ini mencerminkan adanya penipuan dan ketidakpatuhan, sehingga menjadikan proses negosiasi menjadi tidak berarti. Kami tetap dalam keadaan siaga. Iran tidak akan pernah mengabaikan saudara-saudara kami di Lebanon,” tambahnya.
Pada hari Kamis, Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam menyatakan bahwa ia telah berkomunikasi dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif. Ia meminta agar gencatan senjata tersebut benar-benar mencakup Lebanon untuk mencegah terulangnya serangan dari Israel.
Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar, bersama dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan Al Saud, menyampaikan keprihatinan yang mendalam terkait pelanggaran gencatan senjata di Lebanon. Keduanya menekankan pentingnya penghormatan dan pelaksanaan kesepakatan tersebut untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan.
Dalam pernyataan resmi, Kementerian Luar Negeri Pakistan juga mendesak komunitas internasional untuk segera mengambil tindakan nyata dalam menghentikan agresi tersebut. Mereka menegaskan solidaritas penuh Islamabad terhadap pemerintah dan rakyat Lebanon di masa-masa sulit ini.
Sementara itu, Ketua Parlemen Iran memperingatkan bahwa Teheran menganggap Lebanon sebagai bagian integral dari kesepakatan gencatan senjata. Dia juga berjanji akan memberikan respons yang tegas terhadap situasi yang berkembang, di tengah meningkatnya desakan internasional agar Lebanon diakui sebagai bagian dari perjanjian damai.
Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan bahwa Iran sedang mempersiapkan respons yang akan membuat para penyerang menyesali serangan terbaru Israel terhadap Lebanon. Mereka juga memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap Hezbollah akan dianggap sebagai serangan terhadap Republik Islam Iran.
➡️ Baca Juga: Cara Meningkatkan Penghasilan Online Melalui Jasa Desain Digital yang Menjanjikan
➡️ Baca Juga: Beasiswa Kreativitas Digital 2025: Dapatkan Pelatihan dan Dana Proyek




