IRGC Tegaskan Hanya AS, Israel, dan Sekutu Barat yang Dilarang Masuk Selat Hormuz

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan bahwa Selat Hormuz kini ditutup bagi kapal-kapal yang berbendera Amerika Serikat, Israel, serta negara-negara Eropa dan sekutu Barat mereka. Pengumuman ini disampaikan pada hari Kamis melalui siaran televisi pemerintah Iran, IRIB, yang menegaskan langkah tegas Teheran dalam menghadapi situasi di kawasan tersebut.
Pernyataan ini muncul setelah beberapa hari ketidakpastian mengenai jalur pelayaran yang merupakan salah satu yang paling sibuk di dunia. Sejak konflik di Teluk Persia meletus, hampir seluruh aktivitas kapal komersial di area ini terganggu, menciptakan kekhawatiran akan dampak lebih lanjut terhadap ekonomi global.
IRGC menegaskan bahwa sesuai dengan hukum internasional dan berbagai resolusi yang berlaku, Republik Islam Iran memiliki hak untuk mengatur lalu lintas kapal di Selat Hormuz selama masa perang. Dalam pernyataan tersebut, mereka juga memperingatkan bahwa kapal-kapal yang teridentifikasi berasal dari AS, Israel, negara-negara Eropa, dan sekutunya yang melintasi jalur tersebut akan menghadapi risiko serangan.
“Kami telah menegaskan bahwa berdasarkan hukum dan resolusi internasional, Republik Islam Iran memiliki hak untuk mengontrol jalur pelayaran di Selat Hormuz pada masa konflik,” ungkap IRGC dalam laporan yang dikutip IRIB pada Selasa, 10 Maret 2026.
Secara praktis, selat ini memang sudah tidak dilalui sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer bersama terhadap Iran pada akhir Februari lalu. Situasi ini menyebabkan lonjakan harga minyak yang tajam dan menimbulkan kekhawatiran akan dampak yang lebih luas terhadap perekonomian global.
Pada hari Selasa lalu, Iran sempat mengisyaratkan bahwa hanya kapal yang berbendera China yang diizinkan untuk melintas di Selat Hormuz. Para pejabat Iran menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk penghargaan terhadap sikap Beijing yang mendukung Teheran sejak konflik di Timur Tengah meningkat. Keputusan ini dianggap krusial karena Selat Hormuz adalah satu-satunya jalur laut yang menghubungkan pelabuhan-pelabuhan di kawasan Teluk Persia.
Sejak pecahnya konflik terbaru, Iran telah menutup jalur tersebut, menyebabkan tekanan pada rantai pasokan global. Banyak kapten kapal yang kini ragu untuk melintasi wilayah tersebut karena pertempuran yang masih berlangsung di sekitar Teluk. Akibatnya, perusahaan pelayaran internasional terpaksa menyesuaikan kembali operasi mereka tanpa akses ke jalur yang selama ini menjadi rute utama pengiriman minyak dan gas.
➡️ Baca Juga: Teknik Public Speaking untuk Pemula: Apa yang Harus Diketahui
➡️ Baca Juga: Ramalan Zodiak Hari Ini: Gemini, Pertimbangkan Ucapan Sebelum Berbicara




