APVINDO Tegaskan Pentingnya Analisis Ekonomi untuk Melindungi Industri dan Pekerja

Jakarta – Asosiasi Pekerja Vape Indonesia (APVINDO) menekankan bahwa pengaturan terkait vape atau rokok elektrik seharusnya didasarkan pada analisis ekonomi yang mendalam dan kajian ilmiah yang valid. Kebijakan ini memiliki dampak signifikan terhadap performa bisnis di sektor ini.
Ketua APVINDO, Agung Prasojo, menegaskan pentingnya pendekatan yang berimbang dalam merumuskan regulasi. Ia mengingatkan bahwa jika regulasi hanya mengandalkan satu sudut pandang, maka upaya melindungi masyarakat justru akan berujung pada kerugian bagi jutaan tenaga kerja dan pelaku usaha kecil menengah (UMKM) yang terlibat dalam industri vape.
Agung juga menyatakan bahwa kebijakan publik tidak seharusnya dibentuk berdasarkan ketakutan sementara atau narasi yang belum teruji. “Regulasi yang dibuat secara terburu-buru tanpa dukungan data yang cukup dapat mengancam keberlangsungan industri legal dan merugikan banyak pekerja yang menggantungkan hidup pada sektor ini,” ujarnya dalam pernyataan tertulisnya, Jumat, 6 Maret 2026.
APVINDO menegaskan bahwa mereka tidak menolak adanya regulasi, melainkan meminta agar setiap kebijakan dibuat dengan transparansi, berdasarkan data yang valid, dan mempertimbangkan dampak yang lebih luas.
“Kebijakan yang hanya muncul dari opini tanpa didukung oleh kajian yang mendalam berpotensi menciptakan masalah ekonomi yang lebih besar daripada isu yang ingin diselesaikan,” tambahnya.
Industri vape legal saat ini telah menjadi sumber pendapatan bagi ribuan pelaku UMKM, karyawan di sektor ritel, produsen lokal, dan pekerja informal yang terlibat dalam ekosistem ini. Oleh karena itu, rencana pelarangan total terhadap rokok elektronik dianggap dapat menghilangkan banyak lapangan kerja yang telah ada.
Kekhawatiran tersebut juga mencuat karena rencana pelarangan dapat memicu munculnya pasar gelap, serta menciptakan ketidakpastian bagi para pelaku industri. Kondisi ini berpotensi merugikan negara, pelaku usaha, dan pekerja yang selama ini beroperasi dalam kerangka hukum.
Pendekatan yang mengedepankan pelarangan total tanpa dukungan kajian ilmiah yang kuat dapat menghambat upaya pengurangan risiko kesehatan (harm reduction) bagi perokok dewasa yang berusaha beralih ke alternatif dengan risiko yang lebih rendah.
APVINDO juga menyampaikan kekecewaan mereka terhadap proses penyusunan kebijakan yang dinilai belum sepenuhnya melibatkan pandangan dari berbagai pihak, termasuk industri, pekerja, dan hasil penelitian ilmiah dalam proses diskusi publik.
➡️ Baca Juga: Sholawat Dalailul Khairat PDF: Panduan Lengkap untuk Umat Muslim
➡️ Baca Juga: Airlangga: Dampak Konflik Timur Tengah Terhadap Outlook Negatif Fitch di Indonesia




