IPC TPK Mencatat Pertumbuhan Arus Petikemas 8,7% di Awal Tahun 2026

Jakarta – Aktivitas logistik di awal bulan Ramadhan menunjukkan perkembangan yang menggembirakan di seluruh area operasional IPC Terminal Petikemas (IPC TPK). Sampai dengan Februari 2026, perusahaan ini mencatatkan arus petikemas sebesar 600.416 TEUs, meningkat 8,7 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dari sisi bulanan, performa arus petikemas pada Februari 2026 juga menunjukkan hasil yang positif. IPC TPK berhasil merekam arus petikemas mencapai 300.525 TEUs, yang tumbuh sebesar 10,6 persen jika dibandingkan dengan Februari 2025, yang hanya mencapai 271.521 TEUs. Capaian ini menggambarkan bahwa aktivitas logistik tetap terjaga dengan baik di berbagai wilayah operasional perusahaan pada awal tahun.
Corporate Secretary IPC TPK, Pramestie Wulandary, menyatakan bahwa perusahaan terus memperkuat operasional terminal untuk menjamin kelancaran arus petikemas, terutama selama bulan Ramadan dan menjelang libur Lebaran.
“Kami juga mendukung kebijakan pembatasan operasional angkutan barang dengan menyesuaikan pola operasional serta mengimbau para pengguna jasa untuk merencanakan pengiriman dan pengambilan petikemas lebih awal,” ungkap Pramestie dalam keterangan tertulisnya pada hari Jumat, 13 Maret 2026.
Menurut Pramestie, IPC TPK terus melakukan optimalisasi fasilitas terminal dan meningkatkan produktivitas peralatan bongkar muat di seluruh area operasional.
Di samping itu, perusahaan juga memperkuat penerapan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk memastikan bahwa setiap aktivitas operasional berlangsung dengan aman, efisien, dan berkelanjutan.
Kontribusi terbesar terhadap arus petikemas masih berasal dari terminal yang berada di kawasan Tanjung Priok. Hingga Februari 2026, arus petikemas di Tanjung Priok 1 tercatat mencapai 208.198 TEUs, mengalami peningkatan sekitar 14 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 182.727 TEUs.
Sementara itu, Tanjung Priok 2 mencatatkan arus petikemas sebesar 286.613 TEUs, dengan pertumbuhan 6,9 persen jika dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya yang mencapai 268.127 TEUs.
Kinerja positif juga terlihat di sejumlah terminal IPC TPK di luar Jakarta. Hingga Februari 2026, arus petikemas di Area Pontianak mencapai 43.550 TEUs, meningkat sekitar 4,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat 41.504 TEUs.
Di Area Panjang, arus petikemas tercatat sebesar 20.660 TEUs, mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 20,9 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 17.075 TEUs. Sementara itu, Area Teluk Bayur mencatat arus petikemas sebesar 18.561 TEUs, meningkat 7,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar 17.220 TEUs.
“Pertumbuhan arus petikemas ini mencerminkan bahwa aktivitas logistik di berbagai wilayah operasional kami tetap terjaga dengan baik,” jelas Pramestie.
➡️ Baca Juga: Politik: BMKG Peringatkan Risiko Global
➡️ Baca Juga: Mode Baru di Roblox Tingkatkan Keseruan Mabar dan Pengalaman Bermain Anda




