Harga Minyak Mentah dan Emas Naik Turun, Pelaku Usaha Harus Manfaatkan Lindung Nilai

Jakarta – Para pelaku usaha yang menjalankan bisnis jangka panjang sangat memerlukan mekanisme lindung nilai. Hal ini disampaikan oleh Direktur Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX), Nursalam, dalam pernyataannya.
Nursalam menegaskan bahwa di ICDX telah tersedia perdagangan multilateral untuk kontrak berjangka dari dua komoditas penting, yaitu minyak mentah dan emas. Kesempatan ini bisa dimanfaatkan oleh pelaku usaha guna menerapkan strategi lindung nilai.
“Dalam situasi di mana harga komoditas sangat berfluktuasi akibat berbagai faktor, mekanisme lindung nilai menjadi sangat krusial bagi para pelaku usaha dengan model bisnis yang berorientasi jangka panjang,” jelasnya pada akhir pekan lalu.
Untuk kontrak berjangka minyak mentah dan emas, produk yang ditawarkan di ICDX dalam format multilateral termasuk GOFX, yang merupakan instrumen derivatif komoditas. Instrumen ini terdiri dari kontrak spot serta berjangka untuk emas, kontrak berjangka minyak mentah, dan kontrak spot forex dalam ukuran mini.
Mengenai perdagangan kontrak berjangka untuk komoditas emas dan minyak mentah pada tahun 2025 di ICDX, Nursalam menyebutkan bahwa transaksi multilateral untuk minyak mentah mencapai 61.260 lot, sedangkan untuk emas mencapai 1.627.698 lot.
Dominasi dalam kontrak berjangka minyak mentah terlihat pada kontrak COFRMic, yang mencatatkan sebanyak 51.548 lot transaksi. Kontrak COFRMic merupakan jenis kontrak berjangka minyak mentah dengan ukuran mikro, yang mengacu pada harga West Texas Intermediate (WTI) sebagai acuan dasar.
Kontrak ini memiliki ukuran 10 barel per lot, sehingga memungkinkan para pelaku pasar melakukan transaksi dan lindung nilai dengan lebih fleksibel terhadap dinamika harga minyak mentah.
Sementara itu, untuk komoditas emas, kontrak berjangka yang paling banyak diperdagangkan adalah GOLDUDMic, dengan total transaksi mencapai 682.310 lot. GOLDUDMic adalah versi mikro dari kontrak GOLDUD, yang memiliki ukuran 1/100 dari kontrak standar dengan minimum transaksi 1 lot mikro, setara dengan 0,01 kontrak GOLDUD.
“Ukuran kontrak yang lebih kecil ini membuat transaksi emas dalam denominasi USD menjadi lebih terjangkau, namun tetap memberikan eksposur terhadap pergerakan harga emas global yang merujuk pada pasar Loco London,” ungkap Nursalam.
Kontrak GOLDUD adalah kontrak harian untuk emas dalam denominasi USD yang diperdagangkan di bursa dengan ukuran 10 troy ounce per lot. Kontrak ini mengikuti harga emas di pasar internasional Loco London dengan tingkat kemurnian 99,99 persen, sehingga mencerminkan pergerakan harga emas global secara akurat.
➡️ Baca Juga: Tinjauan Ulang Izin Aplikasi Secara Berkala: Langkah Sederhana yang Sering Terlewat untuk Keamanan Data
➡️ Baca Juga: Sosial: UNESCO Prediksi Tren 2025



