BIG Didorong Memperkuat Pemetaan Wilayah Rawan Bencana untuk Acuan Pembangunan Infrastruktur

Jakarta – Pemerintah, melalui Badan Informasi Geospasial (BIG), didorong untuk memperkuat upaya pemetaan wilayah rawan bencana di Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat mempersiapkan tindakan antisipasi yang lebih baik di masa depan.
Pernyataan ini disampaikan oleh Anggota Komisi XII DPR RI, Shanty Alda Nathalia, setelah melakukan kunjungan ke Desa Padasari di Kabupaten Tegal. Kunjungan tersebut memberikan gambaran jelas mengenai pentingnya data geospasial yang akurat untuk mendukung upaya mitigasi bencana.
Shanty berpendapat bahwa pemetaan wilayah rawan bencana seharusnya menjadi prioritas utama di tingkat nasional. Mengingat Indonesia merupakan negara dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap berbagai jenis bencana alam, seperti banjir, tanah longsor, dan gempa bumi, pembaruan data geospasial yang akurat menjadi sangat penting untuk membantu pemerintah merumuskan kebijakan yang tepat.
“Setelah melihat langsung situasi di Desa Padasari, saya yakin pemetaan wilayah rawan bencana harus menjadi fokus utama di tingkat nasional. Kami mendorong Badan Informasi Geospasial (BIG) untuk terus meningkatkan akurasi dan pembaruan data geospasial, sehingga pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, dapat memiliki pedoman yang jelas dalam merencanakan tata ruang, pembangunan infrastruktur, dan langkah-langkah mitigasi bencana,” ungkap Shanty dalam keterangannya.
Menurutnya, data geospasial yang tepat tidak hanya berfungsi sebagai acuan teknis, tetapi juga sebagai fondasi yang penting untuk melindungi keselamatan masyarakat. Dengan pemetaan yang akurat, pemerintah dapat mengidentifikasi wilayah dengan risiko tinggi, sehingga langkah-langkah pencegahan dan mitigasi bisa dilakukan dengan lebih efektif.
Lebih lanjut, Shanty menekankan pentingnya koordinasi yang erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta lembaga terkait seperti BIG. Hal ini perlu diperkuat agar data geospasial dapat dimanfaatkan secara maksimal. Dengan sistem pemetaan yang terintegrasi dan selalu diperbarui, proses perencanaan pembangunan dapat lebih terarah dan berbasis risiko.
“Data yang akurat berperan penting dalam menjaga keselamatan dan meningkatkan efektivitas respon terhadap bencana di lapangan. Oleh karena itu, penguatan sistem pemetaan geospasial harus menjadi bagian integral dari strategi nasional dalam mengurangi risiko bencana,” tambahnya.
Ia juga berharap bahwa upaya untuk meningkatkan kualitas data geospasial dapat menjadi langkah strategis dalam membangun sistem mitigasi bencana yang lebih kokoh di Indonesia. Dengan ini, pemerintah diharapkan dapat mengambil tindakan yang lebih cepat, tepat, dan terukur dalam menghadapi potensi bencana yang ada di berbagai daerah.
➡️ Baca Juga: Sosial: Perubahan Pendidikan Luncurkan Produk Terbaru
➡️ Baca Juga: Inovasi Sosial: Tantangan dan Solusinya



