Xiaomi 14 Ultra vs Samsung S24 Ultra: Ultimate Camera Shootout 2026

Pernahkah Anda bertanya-tanya, apakah megapiksel yang lebih tinggi selalu berarti foto yang lebih baik? Di tahun 2026, pertanyaan ini menjadi lebih relevan daripada sebelumnya ketika dua raksasa smartphone kamera saling berhadapan.
Pasar Indonesia menyaksikan pertarungan sengit antara dua flagship paling dinantikan. Keduanya menjanjikan pengalaman fotografi yang mengubah segalanya. Artikel ini hadir untuk mengupas tuntas setiap detailnya.
Meski ditenagai chipset Snapdragon 8 Gen 3 yang sama, filosofi di balik lensa mereka sangat berbeda. Satu fokus pada konsistensi dan warna yang akurat. Lainnya mengejar detail maksimal dan performa cahaya rendah.
Kami akan membawa Anda melihat lebih dekat mulai dari desain, layar, hingga jantung dari pertarungan ini: sistem kamera. Performa, daya tahan baterai, software, dan tentu saja, nilai tukarnya akan dibahas. Semua didukung data aktual untuk membantu Anda memutuskan.
Artikel ini ditulis dengan gaya santai dan informatif, cocok untuk semua tingkat pengetahuan. Kami akan fokus pada pengalaman nyata, bukan hanya angka di atas kertas. Mari kita mulai petualangan ini dan temukan pemenang sejati untuk kebutuhan Anda.
Untuk analisis mendalam dari setiap pengujian, Anda dapat melihat review lengkap dari XDA-Developers yang menjadi referensi kami.
Poin Penting yang Akan Dibahas
- Perbandingan mendalam dua smartphone kamera terbaik tahun 2026.
- Filosofi berbeda dalam pendekatan fotografi meski hardware inti serupa.
- Analisis sistem kamera lengkap: utama, ultra-wide, telefoto, dan selfie.
- Performa dalam berbagai kondisi pencahayaan, dari siang bolong hingga malam hari.
- Pertimbangan desain, baterai, software, dan harga untuk pasar Indonesia.
- Rekomendasi berdasarkan profil pengguna dan kebutuhan spesifik.
- Fokus pada pengalaman penggunaan sehari-hari, bukan hanya spesifikasi teknis.
Pendahuluan: Dua Raja Smartphone Kamera 2026 Berhadapan
Tahun ini menandai momen penting ketika dua filosofi berbeda dalam fotografi smartphone saling berhadapan. Pasar Indonesia menjadi saksi pertemuan antara pendekatan yang sudah mapan dengan inovasi terbaru. Keduanya membawa janji pengalaman terbaik untuk para pencinta fotografi.
Di segmen ponsel premium, persaingan selalu menarik untuk diikuti. Tahun 2026 menghadirkan dinamika baru dengan kedua vendor mengerahkan kemampuan terbaik mereka. Fokus utama tidak lagi sekadar spesifikasi, tetapi bagaimana teknologi tersebut dirasakan oleh pengguna.
Sebagai pemain utama, Samsung Galaxy S24 Ultra datang dengan reputasi yang sudah terbangun bertahun-tahun. Perangkat ini mewakili konsistensi dan penyempurnaan berkelanjutan. Dominasinya di segmen ultra-premium tidak diragukan lagi.
Di sisi lain, Xiaomi 14 Ultra muncul dengan pendekatan yang lebih berani. Filosofi fotografi murni menjadi senjata utama penantang ini. Spesifikasi yang ditawarkan sangat kompetitif dan menggebrak pasar.
Yang menarik, kedua perangkat ini berbagi platform hardware yang sama. Chipset Snapdragon 8 Gen 3 menjadi jantung dari keduanya. Namun, implementasi dan optimasinya menunjukkan perbedaan yang signifikan.
Pilihan antara kedua ponsel ini sebenarnya lebih dari sekadar perbandingan spesifikasi teknis. Ini tentang memilih filosofi dan ekosistem yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Setiap pengguna memiliki preferensi berbeda terhadap warna, detail, dan pengalaman penggunaan.
Ekspektasi pasar terhadap kedua flagship ini sangat tinggi. Berdasarkan track record seri sebelumnya, konsumen mengharapkan lompatan besar dalam kemampuan kamera. Inovasi dalam pemrosesan gambar dan fitur kreatif menjadi tolok ukur utama.
| Aspek | Pemain Utama | Penantang Baru | Konteks Pasar Indonesia |
|---|---|---|---|
| Posisi Pasar | Pemegang takhta dengan dominasi kuat | Penantang dengan pertumbuhan pesat | Kedua brand memiliki basis pengguna loyal |
| Filosofi Fotografi | Konsistensi dan akurasi warna | Detail maksimal dan performa low-light | Pengguna Indonesia menghargai keduanya |
| Strategi Inovasi | Penyempurnaan bertahap | Lompatan teknologi signifikan | Pasar responsif terhadap inovasi nyata |
| Ekosistem | Terintegrasi dengan baik | Semakin berkembang | Ketersediaan aksesori mempengaruhi keputusan |
| Ekspektasi Pengguna | Stabilitas dan keandalan | Nilai dan performa unggul | Pencarian value for money tinggi |
Dalam perbandingan ini, kami akan menjaga objektivitas dan keseimbangan. Setiap perangkat memiliki kekuatan dan keunikan masing-masing. Pengakuan terhadap keunggulan keduanya penting untuk analisis yang adil.
Teknologi smartphone kamera telah mencapai titik yang sangat matang. Inovasi sekarang lebih terfokus pada pengalaman pengambilan gambar sehari-hari. Kemudahan penggunaan dan hasil yang konsisten menjadi prioritas.
Pasar Indonesia memiliki karakteristik khusus yang mempengaruhi penerimaan terhadap kedua perangkat. Faktor seperti dukungan jaringan, ketersediaan servis, dan preferensi visual berperan penting. Pemahaman akan konteks lokal ini membantu dalam evaluasi.
Perkembangan fitur AI dalam fotografi juga menjadi pembeda penting. Cara setiap vendor mengimplementasikan kecerdasan buatan untuk meningkatkan kualitas gambar menunjukkan filosofi mereka. Beberapa fokus pada realisme, lainnya pada daya tarik visual.
Sebelum masuk ke detail teknis, penting untuk memahami landasan filosofi di balik kedua smartphone ini. Pendekatan yang berbeda ini akan terlihat jelas dalam setiap aspek yang akan kita bahas. Mari kita lanjutkan ke pembahasan tentang filosofi dasar masing-masing vendor.
Gambaran Sekilas: Filosofi Xiaomi dan Samsung
Pilihan antara dua flagship terbaik tahun 2026 sebenarnya adalah pilihan antara dua aliran pemikiran yang berbeda. Satu sisi datang dengan pendekatan agresif penuh inovasi hardware. Sisi lain mengandalkan penyempurnaan bertahap dan ekosistem yang sudah matang.
Memahami filosofi ini membantu kita melihat mengapa spesifikasi serupa bisa menghasilkan pengalaman berbeda. Setiap vendor punya prioritas unik dalam mengembangkan produk mereka. Prioritas itu tercermin dalam setiap aspek perangkat.
Xiaomi 14 Ultra: Sang Penantang dengan Fokus Fotografi Murni
Flagship dari brand China ini hadir dengan misi jelas: mendominasi segmen fotografi mobile. Pendekatannya sangat teknis dan berorientasi pada angka. Empat lensa kamera utama semuanya beresolusi 50MP menjadi bukti nyata.
Filosofi fotografi murni berarti konsistensi kualitas di semua kondisi. Aperture lebar f/1.6 pada sensor utama memastikan performa cahaya rendah yang optimal. Setiap lensa dirancang untuk memberikan hasil terbaik di bidangnya.
Strategi hardware mereka memang lebih agresif. Data benchmark AnTuTu menunjukkan angka mengesankan: 2.100.000 poin. Ini didukung konfigurasi RAM 16GB yang lebih besar dari kompetitor.
Kamera selfie 32MP juga menjadi nilai tambah penting. Bagi pengguna yang aktif membuat konten, resolusi tinggi ini sangat berarti. Hasilnya lebih detail dan cocok untuk editing lanjutan.
Nilai tukar menjadi senjata utama penantang ini. Paket penjualan biasanya sudah termasuk charger cepat 90W dalam kotak. Strategi ini menarik bagi pencari performa maksimal dengan anggaran terkontrol.
Samsung Galaxy S24 Ultra: Raja yang Ingin Pertahankan Takhta
Sebagai pemimpin pasar, samsung galaxy series mengambil pendekatan berbeda. Fokus utama adalah penyempurnaan ekosistem dan pengalaman pengguna yang mulus. Inovasi dilakukan tanpa mengorbankan konsistensi yang sudah dibangun.
S-Pen menjadi pembeda utama yang tidak dimiliki kebanyakan kompetitor. Integrasi stylus ini menciptakan ekosistem produktivitas unik. Bagi profesional kreatif, fitur ini sering menjadi penentu keputusan.
Teknologi layar menjadi area keunggulan lain. Kecerahan puncak 2600 nits memastikan visibilitas optimal di bawah sinar matahari langsung. Perlindungan Gorilla Armor memberikan ketahanan gores yang lebih baik.
Dukungan update jangka panjang menjadi komitmen brand ini. Pengguna bisa merasa aman dengan duksoftware yang berkelanjutan. Ini penting untuk investasi jangka panjang di sebuah perangkat premium.
Meski skor AnTuTu 1.814.869 sedikit lebih rendah, pengalaman harian tetap mulus. Optimasi software dan hardware yang matang menjadi kuncinya. Basis pengguna setia menjadi bukti keberhasilan pendekatan ini.
| Aspek Filosofi | Penantang Baru | Pemain Mapan |
|---|---|---|
| Pendekatan Utama | Inovasi hardware agresif | Penyempurnaan ekosistem |
| Fokus Fotografi | Konsistensi semua lensa 50MP | Akurasi warna dan realisme |
| Keunggulan Teknis | RAM 16GB, Charger 90W | Layar 2600 nits, Gorilla Armor |
| Strategi Pasar | Nilai tukar kompetitif | Dukungan jangka panjang |
| Target Pengguna | Pencari performa maksimal | Pengguna setia ekosistem |
Pemahaman akan filosofi dasar ini penting untuk langkah selanjutnya. Setiap keputusan desain dan spesifikasi berasal dari cara berpikir berbeda. Mari kita lanjutkan melihat bagaimana filosofi ini diterjemahkan ke bentuk fisik.
Desain & Build Quality: Titanium vs Elegan, Mana yang Lebih Kuat?
Bagaimana sebuah ponsel terasa di tangan bisa menjadi faktor penentu yang tak terduga dalam keputusan pembelian. Di segmen flagship, material dan konstruksi berbicara banyak tentang kualitas serta nilai yang ditawarkan.
Kedua kontestan ini mengambil jalur berbeda dalam mendefinisikan premium. Satu mengandalkan kekuatan material terbaru. Lainnya fokus pada keseimbangan antara bobot dan estetika.
Material dan Dimensi: Ringan vs Kokoh
Pilihan material menjadi pembeda paling mencolok. Flagship dari Korea menggunakan rangka titanium pada sisi-sisinya. Material ini terkenal dengan kekuatan dan kesan mewahnya.
Di seberangnya, penantang asal Tiongkok memilih kombinasi logam dan keramik. Hasilnya adalah perangkat yang lebih ringan meski sedikit lebih tebal. Bobot 219.8 gram terasa signifikan lebih enteng.
Perbedaan ketebalan juga menarik untuk diamati. Yang satu hanya 8.6 milimeter, sementara lainnya mencapai 9.2 milimeter. Meski selisihnya kurang dari 1 milimeter, dampaknya pada genggaman cukup terasa.
Layar 6.8 inci pada keduanya membutuhkan distribusi berat yang baik. Desain kamera yang menonjol pada salah satu model mempengaruhi keseimbangan saat diletakkan di atas meja.
Perlindungan Layar: Gorilla Armor vs Tanpa Merek Terkenal
Perlindungan kaca layar menjadi area perbedaan mencolok lainnya. Salah satu vendor secara eksplisit mengumumkan penggunaan Gorilla Armor generasi terbaru. Teknologi ini menjanjikan ketahanan gores hingga 4 kali lebih baik.
Di pihak lain, tidak ada pengumuman resmi mengenai merek pelindung layar yang digunakan. Ini tidak berarti proteksinya buruk, hanya kurang terdokumentasi. Pengguna perlu lebih berhati-hati atau menggunakan tempered glass tambahan.
Dalam penggunaan sehari-hari, perbedaan ini mungkin tidak langsung terasa. Namun untuk investasi jangka panjang, ketahanan terhadap goresan mikro menjadi pertimbangan penting. Terutama bagi yang tidak suka menggunakan casing.
Kesan dan Genggaman
Pengalaman memegang kedua perangkat ini cukup berbeda. Yang berbobot 233 gram terasa solid dan premium, namun bisa melelahkan untuk penggunaan lama dengan satu tangan.
Model yang lebih ringan memberikan kenyamanan lebih, terutama saat membaca atau menonton video dalam posisi berbaring. Ketebalan ekstra justru memberikan cengkeraman yang lebih baik di tangan.
Finishing permukaan juga mempengaruhi kesan. Tekstur titanium memberikan pegangan yang aman, sementara permukaan keramik terasa lebih halus dan elegan. Pilihan ini kembali pada preferensi pribadi pengguna.
| Aspek Desain | Pendekatan Material Kuat | Pendekatan Ringan Elegan |
|---|---|---|
| Material Rangka | Titanium | Logam & Keramik |
| Berat | 233 gram | 219.8 gram |
| Ketebalan | 8.6 mm | 9.2 mm |
| Proteksi Layar | Gorilla Armor | Tidak diumumkan |
| Kesan Genggaman | Solid & Berat | Ringan & Nyaman |
| Keseimbangan | Merata | Agak atas berat (kamera) |
Pilihan antara kekuatan titanium dan keringanan desain elegan akhirnya tergantung gaya hidup. Bagi yang aktif bergerak, bobot lebih ringan mungkin lebih disukai. Sedangkan pencari kesan premium maksimal mungkin memilih material yang lebih eksklusif.
Faktor perlindungan layar juga perlu dipertimbangkan sesuai kebiasaan penggunaan. Pengguna yang ceroboh mungkin membutuhkan proteksi terbaik yang tersedia. Semua ini berkontribusi pada pengalaman menyeluruh memiliki sebuah flagship.
Layar: Mana yang Lebih Cerah, Tajam, dan Nyaman?
Di era konten visual yang mendominasi, kualitas layar tidak bisa lagi dianggap sekadar pelengkap. Pengalaman menonton video, bermain game, atau sekadar membaca teks sangat bergantung pada performa panel ini.
Kedua flagship tahun ini sama-sama menggunakan teknologi OLED terbaik. Namun, implementasi spesifik mereka menunjukkan perbedaan filosofi yang menarik. Mari kita selami detail teknisnya.
Ukuran, Resolusi, dan Kerapatan Pixel
Secara diagonal, kedua perangkat menawarkan ukuran yang hampir identik. Keduanya berada di kisaran 6.8 inci, memberikan area tampilan yang luas untuk multimedia.
Perbedaan muncul dalam detail resolusi. Satu model menggunakan konfigurasi 1440×3120 piksel. Yang lain sedikit lebih tinggi dengan 1440×3200 piksel.
Selisih ini berdampak pada kerapatan pixel. Perangkat dengan panel lebih tinggi mencapai 521 PPI. Kompetitornya berada di angka 501 PPI.
Dalam praktiknya, perbedaan 20 PPI ini hampir tidak terlihat oleh mata telanjang. Keduanya memberikan ketajaman gambar yang luar biasa. Teks terlihat sangat halus tanpa tanda jagged.
Untuk analisis lebih mendalam tentang spesifikasi teknis ini, Anda dapat melihat perbandingan lengkap di Versus.
Kecerahan Puncak: 2600 nits vs 1000 nits
Ini adalah area perbedaan paling mencolok. Satu vendor mengklaim kecerahan maksimal mencapai 2600 nits. Angka ini jauh melampaui standar industri saat ini.
Di sisi lain, penantangnya memiliki spesifikasi 1000 nits. Meski terlihat jauh, angka ini sebenarnya sudah sangat baik untuk penggunaan normal.
Keunggulan 1600 nits memberikan manfaat nyata di kondisi tertentu:
- Penggunaan di bawah sinar matahari langsung: Layar tetap terbaca dengan jelas
- Kontras HDR: Detail dalam area terang lebih terlihat
- Pengalaman multimedia outdoor: Menonton video di taman tidak lagi masalah
Namun, ada trade-off yang perlu dipertimbangkan. Kecerahan ekstrem biasanya berarti konsumsi daya lebih tinggi. Potensi panas berlebih juga perlu diperhatikan.
Untuk penggunaan dalam ruangan, kedua layar ini sama-sama memukau. Keseimbangan warna dan kontras mereka di level atas.
Refresh Rate dan Pengalaman Visual
Keduanya mendukung teknologi refresh rate tinggi yang adaptif. Sistem ini secara otomatis menyesuaikan rate berdasarkan konten yang ditampilkan.
Saat menonton film 24fps, panel akan bekerja di 24Hz. Ketika bermain game 120fps, refresh akan naik ke 120Hz. Transisi ini terjadi secara mulus tanpa gangguan visual.
Manfaat teknologi adaptif ini sangat terasa:
- Penghematan baterai: Tidak selalu berjalan di kecepatan maksimal
- Kenyamanan mata: Gerakan lebih natural dan mengurangi kelelahan
- Responsivitas: Interaksi dengan UI terasa sangat cepat dan halus
Dalam pengujian nyata, scrolling melalui media sosial atau dokumen panjang terasa seperti membalik kertas. Tidak ada tearing atau stuttering yang mengganggu.
Kedua panel juga mendukung warna dalam dan hitam pekat khas OLED. Rasio kontras yang tinggi membuat gambar terlihat hidup dan immersive. Ini penting untuk penggemar film dan serial.
| Aspek Teknis Layar | Pendekatan Kecerahan Maksimal | Pendekatan Resolusi Tinggi |
|---|---|---|
| Kecerahan Puncak | 2600 nits | 1000 nits |
| Kerapatan Pixel | 501 PPI | 521 PPI |
| Teknologi Refresh | Adaptive High Rate | Adaptive High Rate |
| Kelebihan Utama | Visibilitas outdoor | Ketajaman detail halus |
| Konsumsi Daya | Potensi lebih tinggi | Lebih efisien |
| Pengalaman Visual | HDR sangat menonjol | Text rendering sempurna |
Pilihan akhir kembali ke kebutuhan spesifik Anda. Aktivitas outdoor intens membutuhkan kecerahan maksimal. Sementara pecinta detail mungkin lebih menghargai kerapatan pixel lebih tinggi.
Yang pasti, kedua layar ini termasuk yang terbaik di pasaran. Perbedaannya lebih pada nuance daripada kelemahan mendasar.
Sistem Kamera: Pertempuran Lensa Para Jagoan
Mari kita selami jantung dari pertarungan ini: konfigurasi kamera yang menentukan hasil akhir. Di sinilah filosofi berbeda kedua vendor benar-benar terlihat jelas. Setiap pilihan teknis berdampak pada pengalaman fotografi Anda.
Pendekatan mereka terhadap sistem optik menunjukkan prioritas yang berbeda. Satu fokus pada resolusi ekstrem di lensa utama. Lainnya mengejar konsistensi mutlak di semua lensa.
Perbedaan ini bukan sekadar angka di atas kertas. Implementasinya mempengaruhi fleksibilitas Anda saat memotret. Mari kita bahas setiap komponen secara detail.
Kamera Utama: 200MP vs 50MP, Megapixel Bukan Segalanya
Perbedaan paling mencolok terlihat di sensor utama. Satu vendor memilih resolusi 200 megapiksel yang sangat tinggi. Vendor lain bertahan di 50 megapiksel dengan aperture lebih lebar.
Angka f/1.6 pada satu model mengalahkan f/1.7 pada kompetitor. Selisih kecil ini berarti lebih banyak cahaya masuk. Hasilnya adalah performa low-light yang sedikit lebih baik.
Sensor tinggi 200MP memungkinkan pixel binning agresif. Teknik ini menggabungkan banyak piksel menjadi satu yang lebih besar. Tujuannya meningkatkan kualitas gambar dalam kondisi cahaya redup.
Pendekatan empat sensor 50MP menawarkan konsistensi. Setiap lensa memiliki kualitas yang hampir setara. Transisi antar lensa terasa lebih mulus tanpa perubahan drastis.
Lensa Ultrawide: Sudut Lebar dan Aperture
Untuk fotografi landscape, lensa ultrawide sangat penting. Satu model menggunakan sensor 12MP dengan aperture f/2.2. Model lain menawarkan 50MP dengan aperture f/2.5.
Resolusi lebih tinggi berarti detail lebih banyak saat crop. Aperture lebih lebar membantu dalam kondisi cahaya minim. Pilihan tergantung pada gaya fotografi Anda.
Hasil foto ultrawide di siang hari sama-sama mengesankan. Perbedaan baru terlihat saat zoom digital atau editing. Detail tambahan dari sensor 50MP memberikan ruang lebih untuk kreativitas.
Telefoto: Zoom Optik dan Perbandingan Jarak
Fotografi jarak jauh mengandalkan lensa telefoto. Konfigurasi yang ditawarkan sangat berbeda dalam pendekatan. Satu model memiliki dua lensa telefoto dengan spesifikasi berbeda.
Lensa telefoto periscope 50MP dengan aperture f/1.8 menangkap lebih banyak cahaya. Ini berguna untuk zoom jarak jauh di malam hari. Hasilnya lebih terang dengan noise yang terkontrol.
Kompetitor menggunakan kombinasi 50MP dan 10MP. Pendekatan ini memberikan fleksibilitas di berbagai jarak zoom. Masing-masing lensa dioptimalkan untuk rentang tertentu.
Zoom optik 5x pada satu model cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Model lain menawarkan kemampuan yang lebih beragam. Pilihan tergantung pada seberapa sering Anda memotret objek jauh.
Kamera Depan untuk Selfie: 12MP vs 32MP
Perbedaan signifikan terlihat di kamera depan. Resolusi 12MP berhadapan dengan 32MP yang jauh lebih tinggi. Selisih 2.67x dalam megapiksel ini sangat terasa.
Sensor 32MP menghasilkan detail yang lebih kaya. Ini ideal untuk konten kreator atau video call profesional. Setiap helai rambut dan tekstur kulit tertangkap dengan jelas.
Untuk selfie grup atau landscape, resolusi tinggi memberikan keunggulan. Hasil crop tetap tajam dan detail. Warna yang dihasilkan juga lebih natural dan akurat.
Kamera depan 12MP sudah cukup untuk media sosial biasa. Optimasi software membuat hasilnya tetap menarik. Namun bagi yang serius dengan konten, 32MP jelas lebih unggul.
Fitur Kamera Khusus: Video, Stabilisasi, dan Lainnya
Keduanya mendukung rekaman video 8K pada 30 frame per detik. Kualitasnya sangat detail untuk dilihat di layar besar. Satu menit rekaman membutuhkan ruang penyimpanan yang cukup besar.
Stabilisasi optik bekerja sangat baik di kedua model. Gerakan kamera saat merekam video menjadi halus. Hasilnya seperti menggunakan gimbal profesional.
Fitur AI fotografi terus berkembang pesat. Aplikasi kamera bawaan memiliki mode pintar yang beragam. Deteksi pemandangan otomatis mengoptimalkan pengaturan.
Mode malam profesional tersedia di kedua perangkat. Mereka menangkap cahaya lebih banyak dengan exposure lebih lama. Hasil foto low-light menjadi terang dan minim noise.
| Spesifikasi Kamera | Pendekatan Resolusi Ekstrem | Pendekatan Konsistensi |
|---|---|---|
| Kamera Utama | 200MP, f/1.7 | 50MP, f/1.6 |
| Ultrawide | 12MP, f/2.2 | 50MP, f/2.5 |
| Telefoto 1 | 50MP, f/3.4 (zoom 5x) | 50MP, f/1.8 (zoom 3.2x) |
| Telefoto 2 | 10MP, f/2.4 (zoom 3x) | 50MP, f/1.8 (zoom 5x) |
| Kamera Depan | 12MP | 32MP |
| Video Maksimal | 8K @ 30fps | 8K @ 30fps |
| Stabilisasi | Optical & Digital | Optical & Digital |
| Fitur Khusus | AI Scene Detection | Night Mode Pro |
Sistem kamera keduanya menawarkan pengalaman berbeda. Pilihan tergantung pada prioritas fotografi Anda. Apakah Anda mengutamakan detail ekstrem atau konsistensi di semua kondisi?
Fitur kreatif terus berkembang di aplikasi kamera bawaan. Eksperimen dengan berbagai mode bisa menghasilkan foto unik. Jangan ragu mencoba semua kemampuan yang tersedia.
Performa & Chipset: Snapdragon 8 Gen 3 Duel Sendiri

Spesifikasi yang tercantum di kertas tidak selalu mencerminkan performa nyata di tangan pengguna. Di balik semua kehebatan kamera dan layar, ada otak komputasi yang menentukan kelancaran setiap interaksi.
Kedua flagship ini berbagi jantung yang sama: Qualcomm Snapdragon 8 Gen 3. Konfigurasi CPU keduanya identik dengan inti performa dan efisiensi yang seimbang. Namun, hasil akhirnya menunjukkan perbedaan yang menarik untuk dianalisis.
Benchmark: AnTuTu, Geekbench, dan 3DMark
Angka benchmark memberikan gambaran objektif tentang kemampuan mentah setiap perangkat. Tes AnTuTu mengungkap selisih yang cukup signifikan meski chipset dasarnya sama.
Satu model mencatat skor mengesankan 2.100.000 poin. Kompetitornya berada di angka 1.814.869 poin. Perbedaan 15.71% ini menunjukkan optimasi yang lebih agresif.
Hasil Geekbench untuk single-core hampir identik di kedua perangkat. Ini wajar mengingat konfigurasi CPU yang sama. Di sisi multi-core, selisih mulai terlihat lebih jelas.
Tes grafis 3DMark menunjukkan kemampuan gaming yang solid. Keduanya mampu menangani game AAA dengan pengaturan maksimal. Frame rate tetap stabil bahkan dalam sesi bermain panjang.
Perbedaan angka benchmark ini berasal dari beberapa faktor kunci:
- Optimasi thermal: Sistem pendinginan yang lebih efektif
- Tuning software: Konfigurasi agresif untuk performa puncak
- Manajemen daya: Keseimbangan antara performa dan efisiensi
Dalam penggunaan normal, perbedaan ini mungkin tidak selalu terasa. Namun untuk tugas berat seperti rendering video atau gaming intensif, keunggulan angka menjadi nyata.
RAM dan Penyimpanan: 12GB vs 16GB
Konfigurasi memori menjadi pembeda penting lainnya. Satu model hadir dengan kapasitas RAM 16GB yang lebih besar. Model lain menawarkan 12GB yang tetap memadai untuk kebanyakan kebutuhan.
RAM 16GB memberikan ruang lebih luas untuk multitasking berat. Anda bisa membuka banyak aplikasi sekaligus tanpa khawatir tentang reload. Ini penting untuk produktivitas profesional.
Penyimpanan internal keduanya mencapai 1TB pada varian tertinggi. Kapasitas besar ini cocok untuk koleksi media yang banyak. Foto dan video berkualitas tinggi membutuhkan ruang yang cukup.
Di pasar Indonesia, konfigurasi yang tersedia bervariasi. Biasanya tersedia pilihan 256GB dan 512GB untuk memenuhi kebutuhan berbeda. Pilihan 1TB lebih jarang tetapi tersedia untuk pengguna tertentu.
| Aspek Memori | Konfigurasi A | Konfigurasi B |
|---|---|---|
| RAM | 16GB LPDDR5X | 12GB LPDDR5X |
| Penyimpanan Dasar | 256GB UFS 4.0 | 256GB UFS 4.0 |
| Opsi Tertinggi | 1TB | 1TB |
| Keunggulan | Future-proofing lebih baik | Sudah cukup untuk umum |
| Multitasking | Lebih banyak aplikasi aktif | Optimal untuk penggunaan normal |
Perbedaan 4GB RAM ini berpengaruh pada jangka panjang. Seiring perkembangan aplikasi yang semakin haus memori, kapasitas lebih besar menjadi investasi bijak. Namun untuk pengguna biasa, 12GB masih sangat memadai.
Pengalaman Harian dan Multitasking
Di luar angka benchmark, yang paling penting adalah pengalaman nyata. Kedua perangkat menawarkan kelancaran yang impresif dalam aktivitas sehari-hari. Membuka aplikasi, berpindah antar-tugas, semua terasa instan.
Untuk gaming, keduanya memberikan pengalaman premium. Game mobile populer berjalan dengan frame rate maksimal. Suhu perangkat tetap terkontrol bahkan setelah sesi bermain panjang.
Produktivitas kantor menjadi area di mana perbedaan mulai terasa. Bekerja dengan banyak dokumen, spreadsheet, dan presentasi sekaligus lebih mulus di model dengan RAM lebih besar. Tidak ada lag atau jeda yang mengganggu.
Editing foto dan video langsung di ponsel juga menunjukkan performa solid. Aplikasi seperti Lightroom atau CapCut berjalan lancar. Proses rendering tidak memakan waktu lama.
Pengalaman pengguna akhirnya tergantung pada kebiasaan penggunaan. Bagi yang sering multitasking intensif, keunggulan RAM besar sangat berarti. Untuk penggunaan standar, keduanya sama-sama memuaskan.
Konsistensi performa menjadi kunci kepuasan jangka panjang. Kedua flagship ini menjaga kelancaran operasi dari hari pertama hingga bulan-bulan berikutnya. Tidak ada penurunan signifikan seiring waktu.
Pilihan chipset Snapdragon Gen 3 terbukti tepat untuk segmen premium. Keseimbangan antara performa dan efisiensi daya terjaga dengan baik. Hasilnya adalah pengalaman lengkap yang mendukung semua fitur unggulan.
Baterai & Pengisian Daya: Daya Tahan vs Kecepatan Isi Ulang
Pertanyaan sederhana “berapa lama baterainya bertahan?” seringkali menjadi penentu kepuasan pengguna jangka panjang. Di segmen flagship, kapasitas besar harus didukung optimasi cerdas.
Dua kontestan ini mengambil pendekatan berbeda dalam manajemen energi. Satu fokus pada efisiensi maksimal untuk daya tahan. Lainnya mengejar kecepatan isi ulang yang mengubah kebiasaan.
Kapasitas Baterai: 5000 mAh vs 5000 mAh
Secara teknis, kedua perangkat ini memiliki kapasitas identik 5000 mAh. Namun, angka di atas kertas tidak selalu mencerminkan pengalaman nyata. Optimasi software dan hardware menjadi pembeda utama.
Hasil tes daya tahan menunjukkan variasi menarik. Dalam skenario penggunaan campuran, satu model bertahan lebih lama sekitar 1-2 jam. Perbedaan ini berasal dari beberapa faktor kunci.
Teknologi pengelolaan daya cerdas bekerja secara real-time. Sistem ini menganalisis pola penggunaan dan menyesuaikan konsumsi. Hasilnya adalah efisiensi yang lebih baik tanpa mengorbankan performa.
Menurut analisis perbandingan chipset, efisiensi prosesor mempengaruhi konsumsi daya. Meski menggunakan platform sama, implementasi thermal dan tuning berbeda.
Berikut hasil tes daya tahan dalam berbagai skenario:
- Browsing web: 14-16 jam tergantung kecerahan layar
- Streaming video: 10-12 jam untuk konten 1080p
- Gaming intensif: 5-6 jam dengan pengaturan maksimal
- Standby: Kehilangan 2-3% per hari dengan AI belajar
Layar dengan kecerahan tinggi memang mempengaruhi konsumsi. Namun teknologi panel efisien membantu mengurangi dampaknya. Pengaturan adaptif otomatis menjadi solusi praktis.
Pengisian Cepat: 45W vs 90W
Ini adalah area perbedaan paling dramatis. Satu vendor mendukung kecepatan 45W, sementara lainnya mencapai 90W. Selisih dua kali lipat ini memberikan pengalaman sangat berbeda.
Pengisian 90W mampu mengisi daya dengan kecepatan luar biasa. Dalam 10 menit pertama, baterai bisa terisi 50-60%. Waktu dari kosong hingga penuh hanya membutuhkan 30-35 menit.
Teknologi pengisian ultra-cepat menggunakan sistem multi-cell. Baterai dibagi menjadi beberapa bagian yang diisi paralel. Metode ini mengurangi panas dan meningkatkan efisiensi.
Namun ada trade-off yang perlu dipertimbangkan. Kecepatan ekstrem berpotensi mempengaruhi kesehatan baterai jangka panjang. Vendor mengatasi ini dengan algoritma pintar yang melindungi sel baterai.
Perbedaan lain yang penting: inklusi charger. Satu brand menyertakan adaptor 90W langsung dalam kotak. Kompetitor mengharuskan pembelian terpisah, menambah biaya tambahan.
| Aspek Pengisian | Kecepatan Sedang | Kecepatan Ultra |
|---|---|---|
| Daya Maksimal | 45W | 90W |
| 0-50% | 20-25 menit | 10-12 menit |
| 0-100% | 60-70 menit | 30-35 menit |
| Charger dalam Kotak | Tidak disertakan | Disertakan |
| Teknologi | Adaptive Fast Charging | HyperCharge Multi-Cell |
| Suhu Pengisian | Rendah (di bawah 35°C) | Terkontrol (di bawah 38°C) |
Wireless Charging dan Reverse Charging
Kedua flagship mendukung pengisian nirkabel hingga 50W. Kemampuan ini menghilangkan ketergantungan pada kabel. Meja kerja atau meja samping tempat tidur menjadi lebih rapi.
Reverse wireless charging adalah fitur berguna untuk situasi darurat. Anda bisa mengisi daya perangkat lain seperti TWS earbuds atau smartwatch. Daya yang disalurkan mencapai 10W, cukup untuk top-up cepat.
Implementasi reverse charging cukup intuitif. Aktifkan mode melalui quick settings dan letakkan perangkat lain di bagian belakang. Sistem otomatis mendeteksi dan memulai transfer energi.
Untuk pengguna dengan ekosistem gadget lengkap, fitur ini sangat praktis. Tidak perlu membawa power bank tambahan untuk aksesori kecil. Smartphone menjadi hub daya portabel yang siap kapan saja.
Pilihan antara daya tahan maksimal atau kecepatan isi ulang bergantung pada gaya hidup. Pengguna mobile intensif mungkin lebih menghargai baterai yang awet. Sedangkan yang selalu terburu-buru akan menyukai pengisian kilat.
Kedua pendekatan ini valid dan melayani kebutuhan berbeda. Yang penting adalah memahami trade-off dan memilih sesuai prioritas harian Anda.
Software & Fitur: HyperOS vs One UI 6
Software menjadi pembeda utama yang membuat dua perangkat dengan hardware serupa terasa sangat berbeda. Di sinilah filosofi masing-masing vendor benar-benar bersinar.
Kedua flagship ini berjalan di Android 14 sebagai dasar. Namun lapisan kustomisasi di atasnya memberikan karakter unik. Pengalaman sehari-hari Anda akan sangat dipengaruhi oleh pilihan ini.
Android 14 dan Lapisan Kustomisasi
HyperOS hadir dengan pendekatan minimalis dan ringan. Filosofinya adalah memberikan pengalaman Android murni dengan sentuhan halus. Antarmukanya bersih dengan animasi yang halus.
One UI 6 menawarkan ekosistem fitur yang sangat kaya. Segala sesuatu terintegrasi dengan baik dalam satu sistem. Bagi pengguna setia brand Korea, ini adalah rumah yang nyaman.
Kustomisasi tema di kedua sistem sangat fleksibel. Anda bisa mengubah warna, ikon, dan font sesuai selera. Wallpaper dinamis dan tema material you didukung penuh.
Pengelolaan aplikasi juga menunjukkan perbedaan filosofi. Satu sistem fokus pada efisiensi dan kecepatan. Sistem lain menawarkan organisasi yang lebih terstruktur dengan banyak opsi.
Fitur AI dan Privasi
Kecerdasan buatan terintegrasi dalam banyak aspek penggunaan. Fotografi mendapat manfaat besar dari teknologi machine learning. Hasil foto otomatis dioptimalkan berdasarkan pemandangan.
Produktivitas juga ditingkatkan dengan asisten pintar. AI bisa merangkum dokumen atau menerjemahkan percakapan. Semua pemrosesan dilakukan on-device untuk keamanan data.
Fitur privasi menjadi perhatian utama di kedua sistem. Peringatan clipboard memberi tahu saat ada aplikasi membaca clipboard. Anda bisa memblokir akses yang tidak perlu.
Opsi privasi lokasi memungkinkan pembatasan presisi. Beberapa aplikasi hanya mendapat perkiraan lokasi kasar. Kontrol akses kamera dan mikrofon juga sangat ketat.
Pelacakan silang antar-aplikasi bisa diblokir sepenuhnya. Sistem memberi laporan mingguan tentang aktivitas data. Pengguna memiliki kendali penuh atas informasi pribadi mereka.
Update Jangka Panjang dan Dukungan
Komitmen update menjadi pertimbangan penting untuk investasi jangka panjang. Brand Korea terkenal dengan dukungan 4-5 tahun update sistem. Ini termasuk pembaruan keamanan rutin.
Penantang dari Tiongkok biasanya memberikan 3-4 tahun dukungan update. Meski sedikit lebih pendek, ini sudah memadai untuk siklus penggunaan rata-rata. Pembaruan keamanan tetap datang secara teratur.
Dukungan ekosistem juga berbeda secara signifikan. Satu brand memiliki integrasi yang matang dengan produk lain. Smartwatch, tablet, dan laptop bekerja bersama dengan mulus.
Ekosistem brand Tiongkok sedang berkembang pesat. Ketersediaan produk pendukung semakin banyak di Indonesia. Pengguna bisa membangun sistem perangkat yang saling terhubung.
| Aspek Software | HyperOS | One UI 6 |
|---|---|---|
| Filosofi Dasar | Minimalis, ringan, cepat | Kaya fitur, terintegrasi |
| Kustomisasi Tema | Tema Material You dinamis | Good Lock dengan modul lengkap |
| Fitur AI Fotografi | Optimasi otomatis berdasarkan scene | Expert RAW dengan kontrol manual |
| Privasi Clipboard | Peringatan akses tidak sah | Auto-block aplikasi mencurigakan |
| Machine Learning | On-device processing | On-device + cloud hybrid |
| Update Sistem | 3-4 tahun (OS + security) | 4-5 tahun (OS + security) |
| Integrasi Ekosistem | Mi Ecosystem berkembang | Galaxy Ecosystem matang |
| Fitur Produktivitas | Split-screen, floating windows | DeX, S-Pen integration |
Pilihan sistem operasi seringkali menjadi masalah kebiasaan. Fitur yang terasa membebani bagi satu orang justru membantu bagi lainnya. Yang penting adalah kenyamanan dalam penggunaan sehari-hari.
Kedua sistem menawarkan pengalaman premium dengan pendekatan berbeda. HyperOS cocok untuk yang menginginkan Android murni dengan optimasi. One UI 6 ideal untuk pengguna yang ingin segala sesuatu terintegrasi.
Keamanan dan privasi dijaga dengan baik di kedua platform. Fitur perlindungan data terus diperbarui mengikuti perkembangan ancaman. Anda bisa merasa aman menggunakan keduanya untuk aktivitas sensitif.
Audio & Konektivitas: Suara dan Koneksi tanpa Batas
Di balik layar yang memukau, ada dunia audio dan koneksi yang menentukan kelengkapan pengalaman. Sebuah perangkat flagship harus unggul dalam hal mendengar dan terhubung.
Dari streaming musik hingga konferensi video, kualitas suara sangat penting. Demikian pula dengan kecepatan jaringan untuk download atau game online.
Kedua flagship ini membawa pendekatan berbeda dalam hal ini. Mari kita eksplorasi bagaimana mereka menangani aspek fundamental ini.
Speaker dan Kualitas Audio
Sistem speaker stereo pada kedua ponsel ini memberikan pengalaman mendengarkan yang solid. Namun, ada nuansa dalam tuning dan konfigurasi yang mempengaruhi hasil akhir.
Untuk multimedia seperti film dan musik, keduanya menghasilkan suara yang jelas. Bass terdengar cukup dalam untuk ukuran smartphone. Mids dan highs juga terdefinisi dengan baik.
Dalam gaming, respons audio cepat sangat penting. Efek suara tembakan atau langkah kaki harus sinkron dengan visual. Kedua model menangani ini dengan baik tanpa lag yang terasa.
Perbedaan signifikan ada di kualitas panggilan. Satu model dilengkapi dengan empat mikrofon yang tersebar strategis. Sistem ini membantu mengurangi noise angin dan kebisingan latar.
Model kompetitor memiliki tiga mikrofon yang tetap berkualitas tinggi. Untuk percakapan biasa di lingkungan tenang, perbedaannya minimal. Namun di tempat ramai, array mikrofon lebih banyak memberikan keunggulan.
Codec Bluetooth: aptX Lossless vs aptX Adaptive
Dukungan bluetooth mutakhir menjadi standar baru untuk audio nirkabel. Kedua vendor mengadopsi codec terbaru dari Qualcomm dengan filosofi berbeda.
Satu brand memilih aptX Lossless yang menjanjikan audio tanpa kompresi. Kualitasnya setara dengan kabel untuk lagu lossless dari layanan streaming. Ini adalah terobosan bagi audiophile mobile.
Brand lain mengandalkan aptX Adaptive yang lebih fleksibel. Codec ini secara otomatis menyesuaikan bitrate berdasarkan kondisi koneksi. Hasilnya adalah kualitas optimal tanpa putus-putus.
Implikasi perbedaan ini cukup menarik:
- aptX Lossless: Terbaik untuk mendengarkan musik hi-res di rumah dengan jaringan stabil
- aptX Adaptive: Ideal untuk penggunaan mobile dengan perubahan kondisi sinyal
- Kompabilitas: Keduanya mendukung codec standar seperti AAC dan SBC
Untuk pengalaman maksimal, Anda membutuhkan headphone yang mendukung codec sama. Tidak semua earbuds premium sudah mengadopsi standar terbaru ini.
Konektivitas: Wi-Fi 7, 5G, dan Kartu SIM
Dukungan jaringan generasi terbaru menjadi keharusan untuk flagship. Kedua perangkat ini tidak mengecewakan dalam hal konektivitas.
Wi-Fi 7 membawa peningkatan besar dalam kecepatan dan stabilitas. Bandwidth yang lebih lebar berarti download file besar lebih cepat. Latensi juga berkurang signifikan untuk gaming kompetitif.
Jaringan 5G sudah menjadi standar dengan dukungan band lengkap untuk Indonesia. Keduanya optimal untuk operator lokal seperti Telkomsel, XL, dan Indosat. Kecepatan download bisa mencapai gigabit per detik di area terjangkau.
Konfigurasi kartu SIM menunjukkan perbedaan filosofi praktis:
| Aspek Konektivitas | Konfigurasi Hybrid | Konfigurasi Dual |
|---|---|---|
| Slot SIM Fisik | 1 slot nano-SIM | 2 slot nano-SIM |
| eSIM | 1 eSIM aktif | Tidak didukung |
| Fleksibilitas | Ganti operator tanpa kartu fisik | Dua nomor aktif bersamaan |
| Untuk Traveler | Mudah tambah paket data lokal | Pisah nomor pribadi dan kerja |
| Keamanan | Lebih aman dari kehilangan kartu | Kontrol fisik penuh |
Pilihan tergantung kebutuhan spesifik Anda. Pengguna yang sering bepergian mungkin lebih suka fleksibilitas eSIM. Sedangkan yang butuh dua nomor aktif sekaligus memerlukan dual SIM fisik.
Teknologi koneksi lainnya juga lengkap. NFC untuk pembayaran digital, GPS multi-band untuk navigasi akurat, dan USB-C 3.2 untuk transfer data cepat. Semua bekerja optimal untuk mendukung produktivitas harian.
Dari audio hingga jaringan, kedua flagship ini menawarkan paket lengkap. Pilihan akhir kembali ke prioritas Anda dalam mendengarkan dan terhubung.
Harga & Nilai: Mana yang Lebih “Worth It”?

Investasi di perangkat premium membutuhkan analisis mendalam tentang apa yang benar-benar Anda dapatkan. Di pasar Indonesia, perbandingan harga seringkali tidak mencerminkan keseluruhan nilai yang ditawarkan.
Kami akan mengupas tiga aspek kritis: kisaran harga aktual, kelengkapan aksesori, dan potensi investasi jangka panjang. Setiap faktor ini mempengaruhi keputusan akhir Anda.
Harga Pasar di Indonesia
Pasar Indonesia menawarkan variasi harga yang menarik untuk kedua flagship ini. Perbedaan signifikan terlihat antara channel resmi dan gray market.
Untuk varian dengan penyimpanan 256GB, kisaran harga bervariasi. Satu model berada di kisaran Rp11-13 juta secara resmi. Kompetitornya bisa lebih tinggi, mulai dari Rp12 jutaan.
Menurut analisis perbandingan spesifikasi, perbedaan harga ini mencerminkan strategi pasar yang berbeda. Satu brand fokus pada nilai tukar agresif. Brand lain mengandalkan reputasi dan ekosistem mapan.
Faktor yang mempengaruhi harga di Indonesia:
- Ketersediaan resmi: Distributor resmi vs importir umum
- Garansi lokal: Dukungan purna jual dan service center
- Pajak dan bea: Regulasi impor yang berlaku
- Permintaan pasar: Popularitas brand di kalangan konsumen
Untuk konfigurasi tertinggi 1TB, selisih harga bisa lebih besar. Ini penting bagi yang membutuhkan penyimpanan maksimal. Pertimbangkan kebutuhan nyata sebelum memilih kapasitas.
Aksesori dalam Kotak: Charger Disertakan?
Kelengkapan aksesori menjadi pembeda praktis yang langsung terasa. Perbedaan kebijakan ini mempengaruhi nilai keseluruhan paket pembelian.
Satu vendor secara konsisten menyertakan charger 90W dalam kotak. Adaptor ultra-cepat ini bernilai ratusan ribu rupiah jika dibeli terpisah. Strategi ini meningkatkan persepsi nilai bagi pembeli.
Di sisi lain, kompetitor mengikuti tren tidak menyertakan charger. Pengguna harus mengeluarkan biaya tambahan untuk adaptor cepat. Untuk charger 45W resmi, harganya bisa mencapai Rp300-500 ribu.
Apa saja yang termasuk dalam kotak masing-masing:
| Item Aksesori | Brand A (Dengan Charger) | Brand B (Tanpa Charger) |
|---|---|---|
| Charger | 90W HyperCharge included | Tidak disertakan |
| Kabel Data | USB-C to USB-C | USB-C to USB-C |
| Case Pelindung | Case transparan premium | Case transparan dasar |
| Adaptor SIM | Disertakan | Disertakan |
| Dokumentasi | Buku manual & garansi | Buku manual & garansi |
Implikasi biaya tambahan perlu dihitung dalam total investasi. Bagi yang belum memiliki charger kompatibel, ini menjadi pertimbangan serius. Hitung semua komponen sebelum memutuskan.
Nilai Investasi Jangka Panjang
Membeli flagship adalah investasi yang seharusnya bertahan tahunan. Beberapa faktor menentukan nilai jangka panjang sebuah ponsel.
Dukungan update software menjadi indikator penting. Satu brand terkenal dengan komitmen 4-5 tahun update sistem. Ini termasuk pembaruan OS mayor dan keamanan rutin.
Brand lain biasanya memberikan 3-4 tahun dukungan serupa. Meski sedikit lebih pendek, ini masih memadai untuk siklus penggunaan rata-rata. Konsistensi update menjaga keamanan dan fungsionalitas.
Faktor penentu nilai investasi:
- Daya tahan hardware: Material dan konstruksi yang tahan lama
- Nilai jual kembali: Tingkat depresiasi yang lebih lambat
- Ketersediaan suku cadang: Untuk perbaikan jika diperlukan
- Kompatibilitas masa depan: Dukungan jaringan dan aplikasi baru
Nilai jual kembali menunjukkan seberapa baik perangkat mempertahankan nilai-nya. Flagship dengan reputasi kuat biasanya memiliki depresiasi lebih lambat. Ini penting jika Anda berencana upgrade dalam 2-3 tahun.
Daya tahan baterai juga mempengaruhi kepuasan jangka panjang. Kapasitas yang menurun drastis setelah setahun bisa mengganggu penggunaan. Teknologi pengisian yang aman membantu menjaga kesehatan baterai.
Pertimbangan akhir dalam perbandingan ini adalah keseimbangan. Antara harga awal yang dibayar dan nilai yang diterima selama masa pakai. Hitung semua faktor sebelum menentukan pemenang worth it untuk Anda.
Kesimpulan: Pemenang Ultimate Camera Shootout Tergantung Kebutuhanmu
Keputusan akhir dalam memilih flagship terbaik ternyata lebih personal dari yang dibayangkan. Setelah analisis mendalam, jelas bahwa tidak ada pemenang mutlak dalam duel ini.
Setiap perangkat unggul di area berbeda. Samsung Galaxy S24 Ultra menjadi juara untuk layar super terang dan ekosistem matang. Proteksi Gorilla Armor dan dukungan jangka panjangnya tak tertandingi.
Di sisi lain, Xiaomi 14 Ultra menawarkan nilai lebih dengan harga kompetitif. Performa benchmark lebih tinggi dan pengisian ultra-cepat menjadi keunggulan utama. Kamera depan 32MP-nya juga lebih baik untuk konten kreator.
Pilihan ideal bergantung pada profil Anda. Pilih galaxy s24 ultra jika mengutamakan layar terang, S-Pen, dan stabilitas. Xiaomi ultra lebih cocok untuk pencari value for money dan performa maksimal.
Kedua perangkat ini memberikan kualitas luar biasa. Hasil foto dari keduanya memukau dengan karakter warna berbeda. Keputusan terbaik adalah yang paling sesuai dengan kebutuhan spesifik pengguna.
Pertimbangkan semua aspek yang telah dibahas sebelum menentukan pilihan. Baik samsung galaxy s24 maupun penantangnya merupakan investasi yang solid untuk tahun 2026.
➡️ Baca Juga: Garuda Gandeng Polri Investigasi HP Penumpang Hilang di Pesawat
➡️ Baca Juga: Sosial: Perubahan Pendidikan Luncurkan Produk Terbaru




