Trump Menyatakan Kecewa terhadap Sekutu Barat yang Tidak Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru-baru ini menyampaikan kekecewaannya terhadap beberapa sekutu barat yang tidak memenuhi seruannya untuk membantu membuka kembali Selat Hormuz. Selat ini telah mengalami ketegangan yang meningkat akibat serangan rudal dan drone dari Iran, yang berpotensi mengganggu jalur pelayaran internasional yang vital.
Dalam konferensi pers yang berlangsung di Washington DC, Trump menyatakan, “Banyak negara telah memberi tahu saya bahwa mereka akan mengirim bantuan. Beberapa sangat bersemangat, sementara yang lainnya sudah mulai berpartisipasi. Beberapa dari mereka adalah negara yang telah kami dukung selama bertahun-tahun. Kami melindungi mereka dari ancaman luar yang serius, namun respons mereka saat ini tidak cukup menggembirakan.” Pernyataan ini mengacu pada situasi di Selat Hormuz dan ketidakpastian yang menyelimuti kerjasama internasional.
Trump juga menekankan pentingnya tingkat antusiasme dalam dukungan sekutu. “Kami memiliki beberapa negara yang memiliki 45.000 tentara kami yang siap melindungi mereka dari ancaman. Kami telah melaksanakan tugas ini dengan luar biasa. Namun, kami ingin tahu apakah Anda memiliki kapal penyapu ranjau? Jika tidak, mungkin lebih baik untuk tidak terlibat,” ujarnya dengan nada skeptis.
Dalam pernyataannya, Trump mengingatkan bahwa Amerika Serikat telah menjadi pelindung sekutu barat selama beberapa dekade, namun dia merasa saat ini, ketika AS membutuhkan dukungan, banyak dari mereka tidak bersedia memberikan bantuan. “Selama 40 tahun kami telah melindungi Anda, dan ketika saatnya tiba untuk terlibat dalam situasi yang relatif kecil seperti ini, mereka lebih memilih untuk tidak ikut campur,” ungkap Trump dengan nada kecewa.
“Saya selalu mengkritik upaya kami dalam melindungi negara-negara lain, karena saya menyadari bahwa pada akhirnya, jika kami membutuhkan dukungan, mereka mungkin tidak akan hadir untuk kami,” tambahnya, menyoroti ketidakpastian dalam hubungan internasional.
Pada hari Sabtu, Trump mengimbau beberapa negara, termasuk China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris, untuk mengirimkan kapal perang ke Selat Hormuz. Menurut laporan, Prancis dan beberapa negara lain tengah merencanakan misi bersama untuk memastikan keamanan jalur pelayaran bagi kapal tanker di tengah konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah.
Di sisi lain, Trump juga menyatakan keraguan tentang komitmen sekutu NATO untuk membela Amerika Serikat, meskipun AS telah berkomitmen pada aliansi pertahanan tersebut. Keraguan ini mencerminkan kekhawatiran yang lebih luas mengenai ketahanan aliansi internasional di tengah ketegangan global yang meningkat.
Dalam kesempatan tersebut, Trump menegaskan bahwa sebenarnya Amerika Serikat tidak terlalu bergantung pada bantuan negara lain untuk membuka kembali Selat Hormuz bagi pelayaran internasional. Dia berpendapat bahwa AS memiliki kemampuan untuk mengatasi tantangan ini tanpa harus mengandalkan sekutu barat.
➡️ Baca Juga: Jadwal Imsakiyah Jakarta dan Sekitarnya untuk Jumat, 6 Maret 2026
➡️ Baca Juga: Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Terkait Pemilu 2024




