12 Perusahaan Siap IPO Tahun Ini, Kebanyakan Memiliki Aset di Atas Rp250 Miliar

Jakarta – Minat perusahaan-perusahaan domestik untuk memasuki pasar modal tetap menunjukkan tren positif pada tahun 2026. Berdasarkan informasi dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI), terdapat dua belas perusahaan dengan aset signifikan yang sedang dalam antrean untuk melaksanakan penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO).
Direktur Penilaian Perusahaan di Bursa Efek Indonesia, I Gede Nyoman Yetna, mengungkapkan bahwa sebelas dari dua belas perusahaan tersebut termasuk dalam kategori aset besar, yaitu memiliki aset di atas Rp250 miliar. Sementara itu, satu perusahaan lainnya dikategorikan sebagai perusahaan dengan aset menengah, yakni memiliki nilai aset antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar.
Klasifikasi ini mengikuti pedoman yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan melalui POJK Nomor 53/POJK.04/2017, yang mengatur berbagai aspek terkait penawaran umum dan persyaratan bagi calon emiten.
“Hingga saat ini, ada dua belas perusahaan yang telah terdaftar dalam pipeline pencatatan saham di BEI,” jelas Nyoman, sebagaimana dilaporkan oleh Antara pada Senin, 30 Maret 2026.
Dari sisi sektor, Nyoman menjelaskan bahwa perusahaan-perusahaan yang sedang menunggu untuk melakukan IPO berasal dari berbagai bidang. Tiga di antaranya berasal dari sektor barang konsumen primer, sementara dua perusahaan masing-masing berasal dari sektor infrastruktur, teknologi, dan kesehatan, serta satu perusahaan dari sektor energi, keuangan, serta transportasi dan logistik.
Meskipun antrean IPO mulai terisi, hingga 27 Maret 2026, belum ada satu pun perusahaan yang secara resmi melakukan pencatatan di bursa. Hal ini menyebabkan jumlah emiten yang terdaftar di BEI tetap stagnan di angka 956, sama seperti posisi pada akhir tahun 2025.
Lebih lanjut, Nyoman juga mencatat bahwa aktivitas penerbitan Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) telah mencapai 45 emisi dari 30 penerbit, dengan total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp50,87 triliun hingga akhir Maret 2026. Selain itu, terdapat pula 28 emisi dari 20 penerbit yang masih berada dalam antrean untuk menerbitkan EBUS.
Dalam konteks aksi korporasi rights issue, sudah ada tiga perusahaan yang telah melakukan langkah tersebut dengan total nilai mencapai Rp3,75 triliun. Selain itu, satu perusahaan dari sektor properti juga mencatatkan rencana untuk melakukan rights issue sebagai bagian dari persiapan IPO tahun ini.
➡️ Baca Juga: Kreativitas Anak: Tantangan dan Solusinya
➡️ Baca Juga: Kematian Ali Larijani: Dampaknya Terhadap Perang Iran Melawan AS dan Israel



