Timur Tengah Memanas Setelah Serangan AS-Israel ke Iran, 6.047 Jemaah Umrah Kembali ke Indonesia

Jakarta – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengonfirmasi bahwa sebanyak 6.047 jemaah umrah telah kembali ke Indonesia dengan selamat, di tengah situasi keamanan yang memanas di kawasan Timur Tengah.
“Antara 28 Februari hingga 1 Maret 2026, sebanyak 6.047 jemaah telah kembali ke Tanah Air secara aman. Pemerintah terus memantau dan mengawasi proses ini untuk memastikan semua jemaah dapat pulang dengan tertib dan teratur,” ungkap Juru Bicara Kemenhaj RI, Ichsan Marsha, dalam keterangannya di Jakarta pada hari Senin.
Ichsan menambahkan bahwa pemerintah terus memantau perkembangan situasi keamanan di Timur Tengah dan menempatkan keselamatan serta perlindungan jemaah umrah sebagai prioritas utama.
Pemerintah menjamin bahwa setiap langkah dalam penanganan kasus ini dilakukan dengan hati-hati, terkoordinasi, dan selalu mengutamakan keselamatan jemaah.
Pada Sabtu, 28 Februari 2026, tercatat sebanyak 4.200 jemaah umrah yang kembali ke Indonesia dengan menggunakan 12 penerbangan. Sementara itu, pada Minggu, 1 Maret 2026, sebanyak 2.047 jemaah pulang ke Tanah Air melalui lima penerbangan.
Selain itu, terdapat rencana pemberangkatan calon jemaah umrah yang dijadwalkan sebelum musim haji, yaitu pada 18 April 2026, dengan total mencapai 43.363 orang dari 439 Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).
Berdasarkan data dari Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh) pada 1 Maret, tercatat sekitar 58.873 jemaah umrah Indonesia masih berada di Arab Saudi.
“Kami memastikan bahwa setiap PPIU melaksanakan tanggung jawabnya secara penuh, mulai dari pemberangkatan, pelayanan di Arab Saudi, hingga kepulangan jemaah. Tanggung jawab ini harus dipenuhi tanpa pengecualian,” kata Ichsan.
Pemerintah juga mengingatkan pentingnya komunikasi yang baik antara PPIU dan jemaah untuk memastikan semua pihak saling memahami situasi yang ada.
“Kami mengajak jemaah dan PPIU untuk saling berkolaborasi demi memastikan semua jemaah tetap aman, terlayani, dan mendapatkan informasi yang jelas,” imbuhnya.
Mengenai perlindungan, pemerintah menekankan bahwa kehadiran negara sangat penting. Jemaah yang menghadapi masalah perlindungan, isu hukum, atau situasi darurat baik di Arab Saudi maupun negara transit diharapkan segera menghubungi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) atau Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) setempat.
“Kami bersama Kementerian Luar Negeri terus berkoordinasi dengan perwakilan Indonesia di luar negeri untuk memastikan setiap permasalahan jemaah dapat ditangani dengan cepat dan tepat. Kami juga meminta agar semua jemaah tetap tenang dan mengikuti arahan resmi yang ada,” tutup Ichsan.
➡️ Baca Juga: Peluang Karier dalam Dunia AI dan Masa Depan
➡️ Baca Juga: Kisah Sukses Berkat Buku dan Literasi: Inspirasi Membaca




