Minat Baca Generasi Z Meningkat Dibandingkan Milenial dan Gen X

Di tengah maraknya konten visual singkat yang mendominasi platform media sosial, terungkap sebuah fakta yang cukup menarik mengenai minat baca di kalangan Generasi Z. Menurut hasil survei terbaru dari Jakpat, minat baca generasi Z ternyata lebih tinggi dibandingkan dengan Milenial dan Generasi X.
Abigail Limuria, Co-founder Malaka Books, mengungkapkan rasa optimisnya tentang masa depan literasi di Indonesia. Data menunjukkan bahwa indeks membaca nasional mengalami peningkatan yang konsisten, yakni sebesar 4,17 persen antara tahun 2020 dan 2024.
“Ada keinginan yang kuat untuk kembali membaca buku di kalangan anak muda. Ini merupakan sinyal positif yang sangat menggembirakan,” ujar Abigail dalam acara peluncuran Malaka Books yang berlangsung di Jakarta pada Minggu, 1 Maret 2026.
Meskipun ada tantangan terkait penurunan attention span secara global, antusiasme yang ditunjukkan oleh banyak anak muda yang menghadiri acara tersebut membuktikan adanya dorongan kuat untuk melawan tren negatif ini. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa kalangan muda mulai menyadari pentingnya meningkatkan perhatian mereka melalui membaca buku berkualitas.
Cania Citta, yang juga Co-founder Malaka Books, menyatakan bahwa membaca buku dapat menjadi sarana yang efektif untuk mengasah kemampuan berpikir analitis.
“Memiliki kemampuan berpikir mendalam adalah syarat dasar untuk mencapai keahlian dalam bidang tertentu,” tambah Cania.
Abigail melanjutkan, harapannya adalah dengan menghidupkan kembali budaya membaca, mereka dapat meningkatkan kembali attention span serta membangun daya pikir yang tajam dan mendalam.
Dalam konteks minat baca, Malaka Books tidak hanya menerbitkan buku cetak yang panjang, tetapi juga menyediakan perpustakaan digital melalui platform malakabooks.id. Platform ini dikembangkan melalui kolaborasi antara penerbit tersebut dan Zenius, yang dipimpin oleh Sabda PS.
Platform ini menawarkan ratusan buku digital dengan panjang sekitar 10 hingga 30 halaman, dan isinya disusun berdasarkan kurikulum pengetahuan strategis yang dirancang oleh tim edukator Zenius. Diharapkan, kehadiran platform ini dapat melatih kembali kemampuan baca masyarakat yang telah menurun akibat dominasi konten visual, serta memberikan wawasan penting untuk literasi dasar publik. Hingga saat ini, platform ini telah digunakan oleh lebih dari 30.000 pengguna.
➡️ Baca Juga: Manchester United Didesak Pertahankan Michael Carrick untuk Stabilitas Tim yang Optimal
➡️ Baca Juga: Kesehatan: Indonesia Luncurkan Produk Terbaru