Israel Serang Kota Qom Iran, Enam Korban Jiwa Dalam Serangan Tersebut

Serangan udara yang dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat baru-baru ini mengarah ke pemukiman di kota Qom, yang merupakan pusat keagamaan penting di Iran. Laporan yang muncul pada Kamis malam menyebutkan bahwa sedikitnya enam orang kehilangan nyawa akibat serangan tersebut, sementara jumlah mereka yang terluka masih belum dapat dipastikan.
Situs berita lokal melaporkan pernyataan Morteza Heidari, Wakil Gubernur Qom, yang mengonfirmasi bahwa enam orang telah tewas setelah tiga bangunan tempat tinggal di daerah Pardisan menjadi target serangan. Ia juga menekankan bahwa informasi mengenai jumlah korban luka belum dapat diakses atau dikonfirmasi.
Laporan dari saluran resmi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menginformasikan bahwa “enam warga sipil” telah meninggal dunia akibat serangan yang menghantam kawasan pemukiman di Qom tersebut.
Dalam unggahan tersebut, disebutkan bahwa tiga rumah yang berada di daerah Pardisan mengalami kerusakan parah akibat tindakan yang disebut sebagai serangan oleh “agresor Amerika-Zionis,” sementara rincian mengenai jumlah orang yang terluka masih belum dapat dipastikan.
Bulan Sabit Merah Iran mengungkapkan melalui akun Telegram mereka bahwa tim penyelamat dan petugas pemadam kebakaran tengah melaksanakan operasi pencarian untuk menemukan individu-individu yang mungkin terjebak di reruntuhan bangunan di Qom dan Teheran.
Di tempat lain, Hamid Safari, yang menjabat sebagai direktur jenderal manajemen krisis di Provinsi Azerbaijan Barat, memberitakan kepada media bahwa empat bangunan sipil di kota Urmia juga terkena dampak serangan, dengan laporan mengenai korban jiwa yang muncul.
Sementara itu, media berbasis di Iran, Nournews, melaporkan bahwa serangan udara yang terjadi malam itu juga menargetkan sejumlah kota lain termasuk Teheran, Isfahan, Kashan, Yazd, Tabriz, dan Ahvaz.
Dalam serangan tersebut, IRGC menyatakan bahwa mereka menggunakan berbagai jenis senjata, termasuk rudal jarak jauh dan menengah, serta drone yang disebut sebagai “perusak dan yang berkeliaran,” yang menyasar lokasi-lokasi di Israel, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, dan Bahrain.
Dalam pernyataannya, IRGC juga menambahkan bahwa fasilitas pemeliharaan untuk sistem pertahanan udara AS Patriot yang berada di Bahrain merupakan salah satu target dalam serangan ini.
➡️ Baca Juga: Olahraga Harian yang Konsisten untuk Menjaga Tubuh Aktif dan Bugar Selalu
➡️ Baca Juga: Menhaj: Arab Saudi Jamin Keamanan Ibadah Jemaah Umrah di Setiap Langkah




